16 Puskesmas di Rembang Jadi BLUD

Jumat, 8 Januari 2016 | 14:00 WIB
Puskesmas Rembang I. (Foto: Mukhammad Fadlil)

Puskesmas Rembang I. (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

REMBANG, mataairradio.com – 16 puskesmas di Kabupaten Rembang ternyata sudah ditetapkan menjadi badan layanan umum daerah (BLUD) per 1 Januari kemarin.

16 puskesmas itu termasuk Gunem yang selama ini belum memiliki layanan rawat inap.

Kepala Dinas Kesehatan Rembang Ali Syofii mengatakan, tinggal satu puskesmas yang masih menggunakan pola pengelolaan keuangan lama yaitu Puskesmas Sarang II yang memang belum beroperasi.

Ia tidak menargetkan kapan puskesmas tersebut menyusul jadi BLUD.

“Penetapan 16 puskesmas sebagai BLUD sesuai dengan SK Bupati,” terangnya kepada reporter mataairradio.

Ali yang ditemui di ruangannya, Jumat (8/1/2016) pagi menjelaskan, dengan ditetapkan menjadi BLUD, maka puskesmas akan lebih fleksibel dalam mengelola keuangan.

“Jika selama ini pendapatan puskesmas disetor ke kas daerah, maka sejak jadi BLUD, tidak begitu lagi sekarang,” jelasnya.

Menurutnya, pendapatan BLUD puskesmas, bisa langsung digunakan untuk membiayai operasional pelayanan.

Sebelum BLUD, puskesmas harus menunggu dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) untuk bisa membiayai operasional layanan, misalnya mengganti alat fasilitas kesehatan.

Anggota Komisi D DPRD Rembang Zaimul Umam berharap kepada puskesmas agar lebih fleksibel dalam meningkatkan pelayanan dan manajemen keuangan setelah menyandang status badan layanan umum daerah.

“Puskesmas mesti lebih responsif terhadap pasien,” ujarnya.

Ia mewanti-wanti agar jangan sampai ada lagi alasan puskesmas terkendala prosedur ketika melayani pasien. Ia mengakui, masa sekarang ini masih sebagai transisi puskesmas dengan status BLUD.

“Namun mestinya tidak ada lagi dalih kerepotan, mengingat puskesmas sudah disiapkan sejak 2013,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan