151 Narapidana di Rutan Rembang Dapat Remisi

Monday, 17 August 2015 | 17:30 WIB
Pjs Bupati Rembang Suko Mardiono hendak menyerahkan secara simbolis remisi kepada narapidana di Rutan Rembang, seusai upacara peringatan Kemerdekaan RI di Alun-alun Rembang, Senin (17/8/2015). (Foto: Pujianto)

Pjs Bupati Rembang Suko Mardiono hendak menyerahkan secara simbolis remisi kepada narapidana di Rutan Rembang, seusai upacara peringatan Kemerdekaan RI di Alun-alun Rembang, Senin (17/8/2015). (Foto: Pujianto)

 
REMBANG, mataairradio.com – 151 narapidana di Rutan Kelas IIB Rembang, Senin (17/8/2015) pagi mendapat remisi atau pengurangan hukuman berupa remisi umum karena peringatan ulang tahun Kemerdekaan RI dan remisi 10 tahunan atau dasawarsa.

Suyatno, Kepala Rutan Rembang menyebutkan, 65 orang narapidana mendapat remisi umum, sedangkan 86 orang narapidana sisanya menerima remisi 10 tahunan.

“Remisi umum diberikan kepada narapidana yang dijatuhi hukuman lebih dari satu tahun, dan telah dijalani setidaknya enam bulan. Kalau yang dasawarsa, diberikan kepada semua narapidana umum. Besar remisinya (dasawarsa) 1/12 dari hukumannya ,” terangnya kepada wartawan.

Pada kesempatan itu, Suyatno juga menyebut Rutan Rembang kini over kapasitas. Pasalnya, kapasitas normal rutan hanya 112 orang, tetapi penghuni rutan pada saat ini sudah 129 orang.

“Rinciannya, yang status tahanan; 41 pria dan 2 wanita. Sementara narapidana; 84 pria dan dua wanita,” bebernya.

Untuk mengatasi kasus over kapasitas rutan, pihaknya tidak bisa serta merta menambah daya tampung dengan mengusulkan pembuatan bangunan baru. Ia menyebut perlu kajian sebelum mengusulkan tambahan sel. Apalagi, jumlah penghuni rutan bisa saja berkurang, jika ada penghuninya yang bebas.

Sementara itu, terkait pembinaan terhadap para penghuni rutan, Suyatno mengoptimalkan pemberian bekal keterampilan. Selain membuat kerajinan keset dan sapu dari serabut kelapa, warga binaan juga diajari tata bertani cabai dan berbudidaya ikan lele.

Kebun cabai di bagian belakang rutan bahkan sudah mulai panen, sedangkan empat kolam berukuran 2×3 meter yang diisi budidaya lele, segera menyusul diunduh. Sementara, instruktur warga binaan itu masih terbatas dari personel internal rutan.

“(Pelibatan tenaga teknis dari luar) belum perlu,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan