101 Kapling Pedagang di Syawalan Tak Terjual

Kamis, 23 Juli 2015 | 17:31 WIB
Plt Bupati Rembang Hamzah Fatoni membuka membuka tradisi tahunan Syawalan di Halaman Taman Kartini Rembang. (Foto: Pujianto)

Plt Bupati Rembang Hamzah Fatoni membuka membuka tradisi tahunan Syawalan di Halaman Taman Kartini Rembang. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – 101 kapling yang disediakan untuk disewa oleh para pedagang pada tradisi tahunan Syawalan di Kabupaten Rembang tidak terjual.

Diduga, letak kapling yang berjauhan dari Taman Rekreasi Pantai Kartini Rembang, menjadi penyebab tidak diminatinya kapling oleh pedagang. Kapling yang tak terjual itu paling banyak berada di kawasan Balai Kartini, sekitar 100 meter ke arah timur Taman Rekreasi Pantai Kartini.

Menurut Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Rembang Sunarto, dari total 184 kapling yang disediakan, hanya 83 yang terjual dan ditempati oleh pedagang.

“Sebagian besar pedagang berasal dari Kabupaten Rembang yang berjualan aneka gerabah, kuliner, mainan anak, dan oleh-oleh,” katanya.

Meski jumlah kapling untuk pegadang di Syawalan banyak yang tak terjual, Plt Bupati Rembang Hamzah Fatoni tetap mengapresiasi kinerja panitia.

“Kami tetap mengapreasi kinerja panitia dan event Syawalan ini,” katanya.

Sekda Rembang ini mengatakan, kegiatan Syawalan yang digelar tiap tahun, masih menjadi pilar dalam meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

Dia menyebutkan, dari target Rp1,1 miliar yang dibebankan kepada Dinbudparpora, hampir semuanya diperoleh dari pendapatan jasa usaha di area Taman Rekreasi Pantai Kartini Rembang.

“Soal kapling yang tak terjual, tetap perlu menjadi bahan evaluasi bagi dinas terkait,” tandasnya.

Tradisi Syawalan di Rembang dibuka mulai tanggal 23-27 Juli mendatang. Dalam tradisi ini, pengunjung bisa menikmati panorama Pantai Kartini Rembang, selain juga berbelanja oleh-oleh di lapak dagang yang tersedia.

Pada 25 Juli nanti, pengunjung juga bisa menyaksikan kirab sedekah laut Tasikagung.

Pihak penyelenggara mengklaim, tradisi Syawalan menjadi penumbuh rasa cinta terhadap tradisi dan budaya daerah. Kunjungan wisata ke Rembang pun diklaim bakal meningkat.

Ratusan ribu wisatawan baik lokal maupun luar daerah ditargetkan berkunjung ke Rembang dalam sepekan mendatang.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan