1.300 Pengawas mulai Petakan TPS Rawan

Selasa, 12 Juni 2018 | 21:07 WIB

Logo Bawaslu

 

REMBANG, mataairradio.com – 1.300 pengawas tempat pemungutan suara (TPS) untuk Pilgub Jateng 2018 di Kabupaten Rembang mulai memetakan TPS rawan.

Pemetaan TPS rawan ini, menurut Ketua Panwaslu Kabupaten Rembang Totok Suparyanto, merupakan perintah undang-undang untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan Pilgub.

“Pemetaan TPS rawan dilakukan dengan mengacu sejumlah instrumen, di antaranya menyangkut penggunaan hak pilih,” katanya.

Menurutnya, harus dipastikan, mereka yang memiliki hak pemilih, bisa menggunakan hak suaranya. Begitu pun yang tidak memenuhi syarat, jangan malah bisa menggunakan hak suara.

“Pemetaan TPS rawan juga menyangkut kemungkinan adanya cukong atau pihak yang mengintimidasi penggunaan hak suara untuk calon tertentu,” terangnya.

Dihubungi mataairradio, Selasa (12/6/2018) siang, hal lain yang dipetakan adalah ketidakpatuhan petugas di TPS dalam menjalankan mekanisme, tata urutan pemungutan suara.

“Di antara yang dipetakan pula adalah masih adanya alat peraga kampanye, yang sengaja dipasang di rumah warga yang dekat dengan TPS,” tandasnya.

Mengenai politik uang, Totok mengatakan, perlu diantisipasi. Demikian juga dengan ketidaknetralan KPPS.

Namun ia yakin, dengan satu pengawas di setiap TPS, kemungkinan ketidaknetralan penyelenggara teknis bisa dicegah.

“Kami tidak memberikan perlakuan khusus terhadap TPS tertentu. Sebab 1.300 TPS diperlakukan sama,” tegasnya.

Sementara itu, mengenai kesiapan secara teknis bagi 1.300 pengawas TPS, Totok mengklaim mereka sudah siap.

“Sebab, mereka akan menerima tiga kali Bimtek. Sejauh ini baru dua kali,” imbuhnya.

Bimtek sekali lagi akan digelar setelah Lebaran. Setiap pengawas TPS juga sudah diberi buku panduan pengawasan.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan