1.000 Hektare Kedelai Terancam Gagal Panen

Senin, 24 Oktober 2016 | 16:04 WIB
Tanaman kedelai petani di Desa Tulung Kecamatan Pamotan terancam gagal panen atau setidaknya merosot produksi akibat curah hujan tinggi belakangan ini. (Foto: Pujianto)

Tanaman kedelai petani di Desa Tulung Kecamatan Pamotan terancam gagal panen atau setidaknya merosot produksi akibat curah hujan tinggi belakangan ini. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Sekitar 1.000 hektare tanaman kedelai petani di Kabupaten Rembang terancam gagal panen. Sebab tingkat curah hujan terbilang melimpah belakangan ini.

Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Rembang Suratmin kepada mataairradio.com mengonfirmasi potensi gagal panen tanaman kedelai.

Tetapi menurutnya, tingkat kegagalan tidak akan mencapai 100 persen. Ia hanya menaksir akan terjadi kemerosotan tingkat produksi kedelai di kisaran 30 persen.

Disebutkannya, jika normal, per hektare kedelai bisa panen 1,2-1,5 ton, sedangkan akibat curah hujan berlebih pada saat menjelang panen nilai produksinya akan merosot tinggal 800 kilo per hektare.

“Sejauh ini belum ada laporan tertulis dari kelompok tani tentang kegagalan panen. Tetapi itu (ancaman gagal panen) kedelai banyak dikeluhkan petani,” katanya, Senin (24/10/2016).

Ia juga menyebutkan, tingkat potensi gagal panen yang terentan adalah pada tanaman kedelai yang ditanam di lahan sawah, sedangkan yang di lahan tegalan, relatif aman.

“Ada beberapa lahan tanaman kedelai yang masuk fase kepek (berbuah, red.). Kita punya kedelai banyak di tiga kecamatan; Pamotan, Kragan, dan Sarang,” katanya.

Suratmin menambahkan, selain kedelai, tanaman jagung pun menjadi yang rentan gagal panen, jika tergenang air melimpah. Ia menyarankan ke petani agar memanen muda jagung, yang demikian.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan