Waspadai Penipuan Catut Nama Kemenag Modus Visa Haji

Wednesday, 2 August 2017 | 13:59 WIB

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rembang Athoillah Muslim. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Upaya penipuan bermodus mencatut nama pejabat di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Rembang guna mengelabui calon haji terjadi di daerah ini, sehingga perlu diwaspadai oleh jemaah.

Seseorang yang mengaku sebagai Kepala Sub-Bagian Tata Usaha Kantor Kemenag Kabupaten Rembang Ali Anshori mengirim pesan pendek kepada beberapa calon haji, agar menelepon Kepala Kemenag setempat, Athoillah Muslim.

Namun, nomor yang dikasihkan bukan milik Athoilllah, melainkan nomor orang lain. Begitu dihubungi, ternyata seorang yang diduga berperan sebagai Athoillah meminta agar yang bersangkutan menghubungi orang yang bernama Aris.

Aris ini oleh sindikat pelaku penipuan disebut sebagai pejabat Kemenag Wilayah Provinsi Jawa Tengah dengan jabatan Kepala Seksi Haji. Ujungnya, calon haji diminta mentransfer sejumlah uang guna keperluan terkait visa dan paspor.

“Saya sudah mendengar kabar di media sosial mengenai upaya penipuan tersebut. Ada yang langsung tanya ke kami, Pak Ali Anshori, atau teman-teman di lapangan. Saya jawab, itu mengandung unsur penipuan,” kata Athoillah Muslim.

Ia meminta kepada para calon haji untuk tidak menanggapi permintaan apapun yang tidak disertai dengan surat resmi. Apalagi urusan paspor dan visa sudah dibereskan oleh Kemenag Rembang melalui Kepala Seksi Penyelenggara Haji.

Menurutnya, tidak ada laporan yang diterimanya tentang calon haji yang sampai menjadi korban upaya penipuan dengan modus tersebut. Pihaknya juga sudah mengambil sikap dengan memberi edaran guna menangkal upaya penipuan.

“Lembaga pendidikan formal dan nonformal seperti TPQ dan madrasah diniyah juga agar tidak menanggapi permintaan transfer uang atau apapun yang nggak ada surat resmi. Per hari ini kita buat edaran,” tegasnya, Rabu (2/8/2017).

Suyoto Zuhdi, seorang calon haji berasal dari Desa Lambangan Wetan Kecamatan Bulu menyatakan mendengar adanya kerisauan dari sesama calon haji mengenai beredarnya SMS berisi upaya penipuan tersebut.

Ia mengaku tidak termasuk salah satu orang yang menerima SMS tersebut. Meski demikian, pesan agar para calon haji mewaspadai upaya penipuan tersebut, sudah diteruskannya kepada calon haji di daerahnya.

“Alhamdulillah, teman-teman di Bulu nggak ada yang dapat SMS soal upaya penipuan itu, termasuk saya. Meski demikian, teman-teman sudah saling mengingatkan untuk waspada hal-hal seperti itu,” ujarnya kepada mataairradio.com.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan