Warung Liar Sekitar Taman KBT Tasikagung Segera Ditertibkan

Jumat, 26 Januari 2018 | 15:18 WIB

Bupati Rembang Abdul Hafidz saat memantau kebersihan di muara Sungai Karanggeneng dan Taman KBT Tasikagung, Jumat (26/1/2018). (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Warung-warung yang berdiri secara liar di muka taman di Kawasan Bahari Terpadu (KBT) Tasikagung akan segera ditertibkan.

Pasalnya, keberadaan warung yang berderet ke arah barat dari taman itu dinilai menimbulkan kekumuhan.

Bupati Rembang Abdul Hafidz saat memantau kebersihan lokasi itu, Jumat (26/1/2018) pagi, menganggap kios-kios di kawasan ini tidak layak.

“Kami akan tata kawasan itu biar tidak kumuh. InsyaAllah lewat APBD Perubahan 2018,” katanya.

Hafidz mengaku sedih karena kawasan taman yang indah tampak kumuh dan diseraki sampah.

“Perlu gerakan massif antara masyarakat dengan Pemerintah untuk mengatasi kekumuhan,” paparnya.

Bersama Wakil Bupati Bayu Andriyanto dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Suharso, Bupati juga menyatakan akan menata muara Sungai Karanggeneng.

“Muara Sungai Karanggeneng juga akan kita tata biar tidak kotor dan kumuh,” katanya.

Hafidz menyatakan akan meminta izin kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juwana, terkait rencana penataan ini.

Sampah-sampah akan diangkut. Tempat-tempat jualan liar akan ditata.

“Kanan dan kiri sungai, akan dinormalisasi, sehingga tidak terjadi pendangkalan,” imbuhnya.

Perahu nelayan akan bisa berlabuh di sungai, tanpa takut terjebak kandas. Utamanya, tak akan tersaji kekumuhan.

Selama tinjauan pagi itu, Bupati dan wakilnya menghampiri warga kemudian berbincang.

Mulai ajakan untuk ikut menjaga kebersihan sampai menyaksikan aktivitas nelayan yang sedang memperbaiki jaring.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan