Warga Tumpuk Karung Berisi Pasir Tahan Abrasi

Jumat, 27 April 2018 | 18:15 WIB

Warga menumpuk karung berisi pasir untuk menahan laju abrasi di Desa Karangmangu Kecamatan Sarang. (Foto: mataairradio.com)

 

SARANG, mataairradio.com – Warga secara swadaya menumpuk karung berisi pasir untuk menahan laju abrasi secara darurat di Desa Karangmangu Kecamatan Sarang.

Namun tumpukan sak berisi pasir tidak memadai, sehingga rawan jebol sewaktu-waktu.

Camat Sarang Mutakin mengaku sudah menengok 20-an rumah warga RT 4 dan RT 5 RW 2 Desa Karangmangu yang dihantam abrasi.

Menurutnya, abrasi Karangmangu butuh penanganan darurat dan segera, karena rawan meluas.

“Secara kedinasan, kami sudah meminta Kades Karangmangu untuk mengirim surat resmi ke BPBD, dengan mengetahui Camat Sarang,” ujarnya.

Setelah meninjau lokasi yang terkena abrasi, Mutakin menyebut, gerusan berpotensi bertambah saat nanti musim baratan.

Oleh karena itu, menurutnya, penanganan secara darurat perlu segera dilakukan.

Ia mengaku, tidak mengontak langsung Bupati Rembang, tetapi secara prosedur menghubungi BPBD.

Secara lisan, kepala seksi ketentraman dan ketertiban sudah kontak BPBD, namun per surat resmi, baru akan dilakukan Sabtu 28 April ini.

Mengenai kemungkinan mengevakuasi warga yang terdampak abrasi, Mutakin menganggap akan timbul banyak masalah.

“Lebih baik, abrasi segera ditangani, meski secara darurat. Soal penanganan dalam bentuk bangunan penahan gelombang, merupakan solusi jangka panjang dan berbiaya mahal,” katanya.

Kepala Desa Karangmangu Jumali mengatakan, untuk mengatasi abrasi yang datang musiman, pihak desa mengusulkan pembangunan penahan gelombang.

Jumali mengklaim, laporan tentang abrasi Karangmangu sudah pernah disampaikan kepada Pemkab.

Bahkan pihak dinas kelautan dan perikanan serta BPBD pernah turun melakukan survei dan pengukuran untuk menentukan titik pembangunan penahan gelombang.

Namun hingga Kamis (26/4/2018), belum ada tindakan nyata dari Pemkab.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan