Warga Temukan Ribuan Keping Uang Kuno di Gowak

Sabtu, 29 Oktober 2016 | 12:23 WIB
Wedok Yanik menunjukkan ribuan uang koin kuno yang ditemukan suaminya, Samadi, di kebunnya di Desa Gowak Kecamatan Lasem pada Jumat (28/10/2016) pagi kemarin. (Foto: Mukhammad Fadlil)

Wedok Yanik menunjukkan ribuan uang koin kuno yang ditemukan suaminya, Samadi, di kebunnya di Desa Gowak Kecamatan Lasem pada Jumat (28/10/2016) pagi kemarin. (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

LASEM, mataairradio.com – Seorang petani di Desa Gowak Kecamatan Lasem menemukan ribuan keping uang kuno, Jumat (28/10/2016). Koin itu ditemukan dalam keadaan terpendam oleh Samadi di kebun miliknya di desa setempat.

Bentuk uang tersebut lingkaran, berdiameter sekitar dua centimeter, dan di tengahnya terdapat lubang bentuk persegi yang pada setiap sisinya memiliki panjang mencapai dua milimeter, dan terdapat tulisan huruf China.

Wedok Yanik, istri Samadi kepada mataairradio.com menuturkan kronologi penemuan uang kuno tersebut. Saat itu, suaminya sedang menanam terong di kebun tak jauh dari kampung.

Namun katanya, Samadi terkejut setelah ayunan cangkulnya ke tanah justru mengenai benda keras, yang kemudian diketahui sebagai kumpulan koin-koin kuno yang telah membongkah.

“Saya pun ikut kaget setelah suami pulang lalu bilang mendapat harta karun. Awalnya bongkahan. Tetapi setelah saya pisah-pisah, jumlah uang koin kuno yang ditemukan itu sebanyak 3.613 koin,” ungkapnya.

Kabar penemuan koin uang kuno pada Jumat pagi sekitar pukul 10.00 WIB itu pun segera cepat menyebar. Jejaring media sosial diwarnai oleh seliweran berita tentang peristiwa tersebut.

Keluarga Samadi berniat menjual uang kuno ini. Soal harganya, Samadi enggan menyebutkan. Ia menyarankan kepada kolektor yang berminat membeli koin kuno agar datang kerumahnya terlebih dahulu.

Tumiasih warga setempat mengaku percaya dengan kekayaan barang kuno di wilayah desanya. Apalagi di wilayah itu terdapat Candi Talad dan persemayaman abu jenazah Dewi Indu.

“Bisa saja, uang koin kuno itu merupakan sisa-sisa peninggalan zaman Majapahit di wilayah Lasem. Kira-kira kok masih banyak barang kuno di wilayah ini, yang masih terpendam,” tuturnya.

Sebelum penemuan ini, menurutnya, dahulu juga pernah ada temuan yang sama. Hanya saja, saat itu warga yang menganggapnya sebagai koin yang tak berharga, menjadikannya mainan saja.

Ernantoro, pegiat sejarah Lasem mengaku sudah melihat uang koin kuno temuan Samadi. Menurutnya, koin tersebut merupakan uang kepeng China, peninggalan kisaran tahun 1369-1644.

“Kalau dilihat bentuk dan tulisannya, itu uang kepeng China. Uang kepeng China ada yang dari Dinasti Ming dan Shong. Kami akan koordinasi dengan Balar Yogyakarta mengenai temuan koin kuno tersebut,” ujarnya.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan