Warga Sumber Protes, Sejak Ada Truk Pengangkut Gas Jalan Rusak Parah

Selasa, 6 April 2021 | 16:35 WIB

Sejumlah warga di Desa Sumber, Kecamatan Sumber melakukan pengurukan jalan rusak sebagai bentuk aksi protes atas kondisi jalan yang rusak parah, pada Selasa (6/4/2021). (Foto: mataairradio.com)

 

SUMBER, mataairradio.com – Sejumlah warga di Desa Sumber, Kecamatan Sumber melakukan aksi protes atas kondisi jalan yang rusak parah, pada Selasa (6/4/2021). Disinyalir rusaknya jalan di Desa Sumber disebabkan oleh aktivitas pengangkutan gas bumi.

Warga melakukan aksi protes dengan membentangkan beberapa spanduk, salah satunya bertuliskan, “Ini Jalan Kelas 3, Kenapa Muatan Engkau 60 Ton?”.

Selain itu, dalam aksi tersebut warga juga melakukan penanganan sementara terhadap jalan yang rusak dengan pengurukan pada titik jalan yang mengalami rusak berat.

Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sumber Paryono menjelaskan, masyarakat tidak tahu-menahu ihwal bagaimana bentuk kerja sama antara pihak Pemkab Rembang dengan investor gas.

“Kami tidak peduli dengan kerja sama, yang kami ketahui setelah ada gas, jalan rusak. Lama-lama kalau jalan tidak diperbaiki, dapat menimbulkan korban. Jika nggak ditanggapi, ya paling warga akan menutup jalan,” tegasnya.

Paryono melanjutkan, terkait aksi pengurukan warga terpaksa iuran secara suka-rela untuk mendatangkan material urukan, agar kerusakan tidak semakin parah.

“Soalnya kalau siang, polusi udara juga mengganggu warga sekitar. Banyak debu. Masalah ini sudah ramai jadi bahan perbincangan warga, terutama di warung-warung kopi,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia menyoroti truk-truk besar pengangkut gas, kebanyakan bukan dari wilayah Rembang, melainkan dari Jawa Timur. Baginya kondisi tersebut membuat masyarakat setempat tidak ada rasa memiliki.

“Kami mempertanyakan komitmen dari pihak-pihak yang menyedot gas dari bumi Kecamatan Sumber ini bagaimana. Kami hanya ingin jalan dalam kondisi baik, itu saja,” katanya.

Selama berlangsungnya aksi protes, situasi cukup kondusif. Kapolsek Sumber Iptu Sudibyono menjelaskan, setelah warga selesai memperbaiki jalan, mereka berangsur-angsur membubarkan diri.

“Warga cukup tertib tadi, situasi aman terkendali. Saran kami, segera ada mediasi antara warga dengan investor dan Pemkab, biar nggak ada miskomunikasi,” terang Kapolsek Sudibyono.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Mukhammad Fadlil




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan