Warga Selamatkan Anak Berkebutuhan Khusus dari Kebakaran

Jumat, 20 Mei 2016 | 17:59 WIB
Kebakaran di ruang tengah rumah milik Totok, warga RT 1 RW 1 Kelurahan Pacar Kecamatan Rembang, Jumat (20/5/2016) siang. (Foto: mataairradio.com)

Kebakaran di ruang tengah rumah milik Totok, warga RT 1 RW 1 Kelurahan Pacar Kecamatan Rembang, Jumat (20/5/2016) siang. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Seorang anak berkebutuhan khusus nyaris menjadi korban kebakaran ketika sebagian rumah milik keluarga Totok Heru Widianto di Kelurahan Pacar Kecamatan Rembang, terbakar, Jumat (20/5/2016) sekitar pukul 11.00 WIB.

Beruntung, warga segera mengetahui kebakaran sebelum membesar, sehingga secara sigap menyelamatkan anak perempuan bernama Eris Sindi Autina dari kepungan asap di ruang bagian tengah rumah serta memadamkan api.

Legi, salah seorang warga di dekat lokasi kejadian mengaku tidak tahu secara persis penyebab kebakaran, tetapi menduga korsleting sebagai sebab mulai mengamuknya si jago merah.

Saat kejadian, rumah yang berlokasi di RT 1 RW 1 kelurahan setempat, dalam keadaan terkunci karena Totok dan istrinya Siti Suryaningsih, serta satu anaknya yang lain, sedang tidak berada di rumah.

“Itu tadi yang di rumah ya hanya Eris. Tapi dia nggak kuasa berteriak. Pintu rumah juga terkunci. Tadi dijebol warga, terus nyelamatkan Eris. Waktu itu TV dan kulkas sudah terbakar, sehingga langsung nyiramkan air dan telepon pemadam,” tuturnya.

Siti Suryaningsih yang bertugas sebagai bidan di kelurahan setempat mengaku kaget begitu mendapati rumahnya terbakar sepulang dari kantor. Ia pun langsung menanyakan kondisi Eris yang ternyata sudah diselamatkan warga.

Ia mengaku pasrah dengan cobaan yang diterimanya siang itu. Siti merasa lega anaknya selamat dari kebakaran, meski perabotan elektronik dan bagian tengah rumahnya terbakar.

“Tahu-tahu pulang dari kantor kondisi rumah sudah terbakar. Spontan saya langsung lari, menanyakan kondisi Eris. Alhamdulillah Eris selamat. Ini cobaan bagi keluarga kami,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Eko Sutrijanto dan Sarpani, petugas pemadam kebakaran yang ditemui di lokasi menduga, sumber api berasal dari perangkat stop-kontak listrik di dekat pesawat televisi.

Perangkat tersebut diduga korsleting akibat over kapasitas, dikuatkan dengan kondisi stop-kontak yang meleleh. Namun dugaan tersebut masih perlu penyelidikan pihak yang berwajib.

Keduanya mengapresiasi langkah cepat warga dalam mengambil keputusan mendobrak pintu rumah, sehingga api bisa segera dipadamkan begitu tahu asap mengepul dan menyelamatkan anak dari empu rumah.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan