Warga Ring Satu Desak SI Tandatangani Komitmen

Jumat, 10 Maret 2017 | 20:24 WIB

Asisten Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Bagya Mulyanto, secara simbolis menyerahkan beasiswa kepada sejumlah pelajar di sekitar Pabrik Semen Indonesia di Kabupaten Rembang. (Foto: mataairradio.com)

 

GUNEM, mataairradio.com – Warga di ring satu pabrik semen meminta pihak PT Semen Indonesia (Persero) Tbk di Rembang supaya bersedia melakukan perjanjian secara tertulis.

Perjanjian itu menyangkut komitmen menyejahterakan warga ring satu, antara lain terkait program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR mulai tahun ini.

Permintaan tersebut mencuat saat dilakukan sosialisasi Izin Lingkungan Kegiatan Penambangan dan Pembangunan Pabrik Semen di Tegaldowo Kecamatan Gunem, Jumat (10/3/2017).

Sebelumnya, desakan yang sama juga muncul pada saat kegiatan serupa di Balai Desa Pasucen ketika sosialisasi sejenis bagi warga tiga Kajar, Timbrangan, dan Pasucen.

Bari, salah seorang warga Desa Tegaldowo menilai, perjanjian tertulis atau semacam MoU penting agar komitmen pihak semen dengan warga di ring satu jelas dan bertanggungjawab.

“Kontrak tertulis antara pihak desa sama pabrik semen sangat perlu. Kalau nanti ganti managemen, siapa yang tanggung jawab. Di sini kita yang punya, mestinya hak kita harus dipenuhi tanpa kita yang minta-minta,” katanya.

Camat Gunem, Teguh Gunawarman meminta pihak PT SI agar mempertimbangkan mempekerjakan tenaga kerja dari daerah ring satu, termasuk warga yang sebelumnya menentang pendirian pabrik semen.

“Saya akan lakukan pendataan warga yang belum memiliki pekerjaan. Selanjutnya kita sodorkan, soal nanti diterima apa enggak ya tergantung filternya bagaimana, kondisi kesehatannya, akademisnya, dan skillnya,” katanya.

Kepala Bagian Operasi Persiapan dan Pengawasan PT Semen Indonesia, Gatot Mardiana mengaku tidak bisa langsung memenuhi permintaan warga.

“Kami perlu koordinasi dengan Pusat dulu, karena segala bentuk keputusan maupun kebijakan dalam manajemen BUMN (Badan Usaha Milik Negara) ada yang mengaturnya sendiri,” ujarnya.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan