Warga Rembang Ditemukan Tewas di Semarang

Kamis, 22 Desember 2016 | 17:19 WIB
ILustrasi (Foto: cdn2-b.examiner.com)

ILustrasi (Foto: cdn2-b.examiner.com)

 

KALIORI, mataairradio.com – Warga Dukuh Pentil Desa Gunungsari Kecamatan Kaliori bernama Rahmadi ditemukan tewas di Semarang, Rabu (21/12/2016) kemarin.

Kabar meninggalnya Rahmadi diterima oleh pihak keluarga dan dikonfirmasi oleh Kepala Desa setempat, Bambang Supriyanto ketika dihubungi oleh mataairradio.com, Kamis (22/12/2016).

“Iya. Ini saya di Semarang mengurus jenazahnya. Tadi pihak perusahaan tempat korban bekerja menghubungi keluarga,” kata Bambang ketika dikonfirmasi melalui sambungan telepon dari Rembang.

Menurut keterangan yang diperolehnya, Rahmadi bekerja pada perusahaan tekstil di wilayah Semarang. Yang bersangkutan sudah bertahun-tahun bekerja di daerah tersebut.

“Sebelum ditemukan, katanya korban sudah dua hari tidak masuk kerja dan tidak tampak pulang ke indekosnya,” ungkapnya mengutip sejumlah keterangan yang sempat diperolehnya.

Dari informasi yang didengarnya, korban ditemukan meninggal dunia di dekat kebun, dengan luka parah di bagian kepala. Namun Bambang tak mau menduga-duga, korban tewas karena dibunuh.

“Iya. Memang ada luka di kepala. Kabarnya ditemukan di dekat kebun. Tapi kepastian kronologi penemuannya, kami menunggu keterangan dari polisi,” katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa pada saat sekarang jenazah korban masih dalam autopsi di rumah sakit oleh tim dokter dari Kepolisian Resor Kota Besar Semarang.

“Belum tahu jam berapa bisa dibawa pulang. Kami masih menunggu serah terima dari pihak kepolisian. Nanti saya kabari. Mungkin malam,” katanya.

Berdasarkan penelusuran mataairradio.com di lapangan, Rahmadi adalah anak dari seorang ibu bernama Sumari, sedangkan ayahnya sudah lama tiada.

Usianya antara 26-27 tahun dan belum menikah. Ia merupakan anak kedua dari tiga bersaudara, yang kesemuanya belum melepas masa lajang.

Warga mengenal korban sebagai pribadi yang pendiam, bahkan cenderung tertutup. Meskipun demikian, warga setempat kaget atas kabar duka tersebut.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan