Warga Protes Warung Remang-remang di Utara SMAN Pamotan

Rabu, 5 Agustus 2020 | 15:36 WIB

Tampak muda-mudi saling berbaur di Warung “Remang-remang” di sebelah utara SMA Negeri 1 Pamotan, yang diprotes warga sekitar. (Foto: mataairradio.com)

 

PAMOTAN, mataairradio.com – Warga Desa Pamotan Kecamatan Pamotan memprotes adanya warung “remang-remang” yang berada di sebelah utara SMA Negeri 1 Pamotan, tepatnya di sebelah barat jalan atau perbatasan antara Desa Sumberjo dan Desa Pamotan.

Warung tersebut dianggap kerap digunakan mesum karena dijaga oleh perempuan muda yang berpakaian mini, sehingga menimbulkan keresahan tersendiri bagi warga, apalagi warung itu letaknya dekat dengan lingkungan pendidikan.

Atok Budi Winoto warga setempat menyatakan, kehadiran warung “remang-remang” tersebut sangat mengganggu kenyamanan warga sekitar. Diketahui warung tersebut bukan milik warga setempat, melainkan milik Sutinah, Warga Desa Gunem, Kecamatan Gunem.

Budi menegaskan, selain melayani pelanggan dengan baju yang minim warung tersebut juga sering membunyikan musik (karaoke) pada malam hari dengan volume kencang, sehingga mengganggu warga yang sedang beristirahat.

Bahkan ia mengungkapkan, pemilik warung juga mengizinkan pelanggannya untuk menginap dan diindikasikan melakukan hal yang melanggar etika.

Lokasinya yang dekat dengan jalan raya, kebanyakan pelanggannya berasal dari kalangan sopir. Hal itu kemudian dinilai menimbulkan arus lalu lintas di sekitar warung menjadi terhambat.

“Kami sudah resah, kalau bisa ditutup saja itu warung. Apalagi dekat dengan SMA,” tuturnya.

Setelah melakukan rapat dengan berbagai pihak, Budi melanjutkan, warga melaporkan gangguan tersebut kepada Satpol PP, dengan mengirimkan surat protes pada Selasa (04/8/2020) kemarin.

Di dalam surat tersebut, ditandatangani oleh banyak tokoh seperti kepala SMA Negeri 1 Pamotan, Ketua MUI Pamotan, Ketua PCM Muhammadiyah, pemilik lahan serta warga sekitar.

“Kemarin (Selasa) kita sudah kirim surat ke Satpol PP, semoga saja cepat ditindaklanjuti dan menutup warung mesum tersebut agar warga sekitar menjadi nyaman,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Tibumtranmas pada Satpol PP Teguh Maryadi saat dihubungi reporter mataairradio.com belum memberikan statemen resmi terkait adanya protes warga Desa Sumberjo dan Desa Pamotan, terhadap berlangsungnya aktivitas warung “remang-remang” tersebut.

 

Penulis : Mohammad Siroju Munir
Editor : Mukhammad Fadlil




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan