Warga Binangun Bantah Tolak Rencana Pembangunan Kilang Migas

Rabu, 18 September 2019 | 21:12 WIB
Spanduk berisi penolakan Pembangunan Kilang Migas dan Tempat Penyimpanan Ikan, di Desa Binangun Kecamatan Lasem, baru-baru ini. (Foto: mataairradio.com)

LASEM, mataairradio.com – Warga Desa Binangun Kecamatan Rembang membantah telah bekerja sama dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Distrik Rembang untuk menolak rencana pembangunan kilang migas di desanya.

Sebelumnya diberitakan, LSM GMBI bersama dengan masyarakat Desa Binangun-Lasem menyatakan penolakan terhadap rencana pembangunan kilang migas apung melalui sebuah spanduk.

Spanduk yang dipasang oleh oknum LSM GMBI tersebut berbunyi, “Kami LSM GBMI Distrik Rembang bersama Masyarakat Desa Binangun Kecamatan Lasem Kabupaten Rembang, Menolak Pendirian Kilang Migas dan Penyimpanan Ikan di Desa Binangun”.

Muhammad Heryan Mushozin salah satu anggota karang taruna Desa Binangun menjelaskan, bahwa masyarakat di desanya tidak merasa dilibatkan oleh LSM GMBI Distrik Rembang, terkait penolakan tersebut.

Bahkan, dirinya mengatakan, bahwa masyarakat di Desa Binangun tidak mengenal LSM tersebut.

“Dengan adanya proyek pembangunan kilang migas apung dan penyimpanan ikan di Binangun, masyarakat justru mendukung. Sebab, dengan adanya proyek tersebut dapat menunjang perekonomian masyarakat setempat,” katanya.

Heryan membenarkan, bahwa desanya masuk dalam salah satu bakal lokasi pembangunan proyek milik PT Rembang Migas Enegi.

Dia mengungkapkan, lokasi tersebut berada di wilayah RT 3 RW 1 Desa Binangun atau dekat dengan perbatasan antara Desa Leran Kecamatan Sluke dengan Desa Binangun.

Berdasarkan keterangan dari pihaknya, Desa Binangun merupakan salah satu lokasi yang paling potensial digunakan untuk pembangunan kilang migas dan penyimpanan ikan.

“Banyak titik di Rembang yang akan digunakan untuk pembangunan proyek itu, salah satunya Binangun. Bahkan Desa Binangun yang paling potensial,” pungkasnya.

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Mukhammad Fadlil

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan