Warga Ancam Tutup Paksa Kafe Family

Kamis, 4 April 2013 | 16:19 WIB
Pertemuan warga Desa Wonokerto Sale terkait kejelasan Cafe Family beberapa waktu lalu.  (Foto : Zamroni)

Pertemuan warga Desa Wonokerto Sale terkait kejelasan Cafe Family beberapa waktu lalu. (Foto : Zamroni)

SALE, MataAirRadio.net – Warga mengancam akan menutup paksa Kafe Family di Desa Wonokerto Kecamatan Sale apabila pengelola tempat hiburan tersebut masih saja nekat mengoperasikannya.

Seorang tokoh agama di Kecamatan Sale Ali Munadi kepada reporter MataAir Radio, Kamis (4/4) pagi mengatakan, ancaman tersebut bukan tanpa dasar.

Menurutnya sudah jelas, pemerintah kabupaten tidak memberikan izin pengoperasian kafe tersebut. Karena itu, jika tetap dioperasikan maka jelas pula merupakan aksi melanggar aturan.

Ali menegaskan, pemerintah mestinya seirama dengan warga untuk bertindak tegas sesuai prosedur guna menyelamatkan moral dan lingkungan setempat.

Secara khusus, Ali menilai, kehadiran kafe karaoke di perdesaan mengancam kelangsungan hidup berumah tangga. Kenyataannya, ada beberapa keluarga yang berada di ujung keretakan rumah tangganya, gara-gara sang suami kepincut kehidupan kafe.

Bahkan menurut Ali, sejumlah keluarga ada yang sudah bubar kehidupan rumah tangganya, akibat dari sang suami yang lebih memilih memprioritaskan pendapatannya ke kafe dibandingkan untuk nafkah bahteranya.

Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Dinbudparpora) Kabupaten Rembang, Sunarto menegaskan berdasarkan surat Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu dengan Nomor 510.4/154/2013, izin untuk kafe tersebut memang telah ditolak.

Sementara itu, Camat Sale Kunardi pun menyatakan siap menindaklanjuti keputusan KPPT itu dengan juga secara tegas menolak berdirinya kafe tersebut. (Zamroni)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan