Wakil Ketua DPRD Rembang Tolak Sekolah Kembali Diaktifkan

Wednesday, 10 June 2020 | 16:14 WIB
Wakil Ketua DPRD Rembang Bisri Cholil Laqouf (Gus Gipul). (Foto: mataairradio.com)

REMBANG, mataairradio.com – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Rembang, Bisri Cholil Laqouf tidak setuju dengan statemen Gubernur Jawa tengah ganjar Pranowo beberapa waktu terakhir tentang kesiapan dua kabupaten/kota untuk mengaktifkan kembali kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Dua kabupaten/kota tersebut adalah Kota Tegal dan Kabupaten Rembang.

Wakil Ketua DPRD Rembang Bisri Cholil Laqouf (Gus Gipul) menegaskan, bahwa saat ini Rembang belum siap untuk menggelar kegiatan belajar mengajar (KBM).

Menurutnya, Pandemi Covid-19 di Rembang belum benar-benar mereda, apalagi Rembang diapit oleh dua Kabupaten dengan zona merah yaitu Kabupaten Pati dan Blora.

Pada Rabu (10/6/2020) pagi pihaknya mengaku menerima laporan, bahwa lima orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang dites swab hasilnya positif terpapar Covid-19.

Hal itu juga yang membuatnya menolak rencana diaktifkannya kembali KBM di Rembang. Jangan sampai Rembang menjadi ajang percobaan standart operasional prosedure (SOP) untuk kenormalan baru atau “New Normal” dalam memulai berkerumun di sekolahan.

“Ya janganlah Rembang jadi percobaan SOP, harus kita jaga aset bangsa berupa anak-anak ini. Kalau guru-gurunya masuk untuk piket ya tidak masalah karena mereka sudah memahami protokol kesehatan,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan juga oleh Mardi Kepala Dinas Pendidikan , Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) setempat, yang menyatakan pihaknya masih mengkaji dan menunggu informasi terkait SOP yang akan disampaikan oleh Kemendikbud.

Walaupun Gubernur menyatakan bahwa Rembang termasuk aman untuk mengaktifkan kembali sekolah, namun jika belum ada SOP yang jelas, maka pihaknya belum berani untuk mengaktifkan kembali sekolahan.

Pihak Dindikpora Rembang tidak mau disalahkan dan akan bertindak sesuai dengan aturan yang ada.

“Ya kita masih menunggu SOP-nya, kalau tidak ada SOP bagaimana kita mau melangkah,” tandasnya.

Saat ini sistem pebelajaran di sekolahan beralih dari tatap muka menjadi sistem daring, namun beberap kendala yang dialami adalah sinyal yang lemah di beberapa wilayah, khususnya daerah pegunungan sehingga pembelajaran yang dilakukan kurang efektif.

Penulis: Mohammad Siroju Munir
Editor: Mukhammad Fadlil




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan