Ungkap Kasus Pencurian, Tiga “Jagal” Truk Diamankan

Kamis, 19 Oktober 2017 | 11:17 WIB

Polisi memergoki aksi “jagal” truk di sebuah bengkel di Bonang, Lasem, Selasa (17/10/2017). (Foto: mataairradio.com)

 

LASEM, mataairradio.com – Tiga orang “jagal” truk diamankan oleh petugas dari Unit Reserse Kriminal Kepolisian Sektor Lasem.

Penangkapan pada Selasa (17/10/2017) lalu, sekaligus mengungkap kasus pencurian truk di wilayah Sayung, Demak, pada sehari sebelumnya, 16 Oktober 2017.

Kapolsek Lasem AKP Didik Dwi Susanto menuturkan, awalnya pihaknya menerima informasi tentang adanya pencurian truk di Sayung.

“Kita terima informasi kalau truk yang dicuri dilarikan ke arah Jawa Timur. Itu truk tanpa muatan,” katanya kepada mataairradio.com.

Setelah menerima informasi kasus pencurian truk di Sayung itu, pihaknya meresponnya dengan menggelar razia di Jalur Pantura Lasem.

“Kita juga lakukan patroli. Nah, sewaktu kita patroli di bengkel di daerah Bonang, kita menjumpai truk dengan ciri-ciri seperti yang diinformasikan,” terangnya.

Begitu beberapa polisi masuk bengkel tersebut, orang-orang di dalam area bengkel berusaha kabur. Saat itu, beberapa orang tampak mempereteli bagian kabin truk.

“Tetapi kita berhasil menangkap tiga orang yang menurut pengakuan mereka hanya diajak untuk ngeban (bongkar ban). Dua pelaku lain yang bawa truk dari Sayung ke Bonang, kabur,” bebernya.

Tiga orang yang merupakan warga di Kecamatan Sluke, masing-masing MA ( 30), MZI (30), dan S (30), diamankan dan diserahkan ke Polres Demak.

“Lalu yang kabur, J warga Sriombo dan Ddk warga Sendangasri Kecamatan Lasem, masih kami buru guna mengungkap siapa pemetik utamanya,” ujar Kapolsek.

Selain tiga pekerja bengkel yang diamankan, truk tronton bernomor polisi H 1617 GH, turut disita sebagai barang bukti. Truk diderek ke Polres Demak.

“Tiga orang yang diduga pelaku, dijerat Pasal 363 KUHP dan atau 480 KUHP,” tegas Kapolsek Lasem.

Meskipun hanya berperan membantu Polres Demak, tetapi pihak Polsek Lasem tetap mengembangkan kasus ini, lantaran pengungkapan dilakukan di daerah ini.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan