Di Rembang, Baru 40 Perusahaan Terapkan UMK 2018

Selasa, 20 Februari 2018 | 19:24 WIB

Kepala Seksi Hubungan Industrial pada DPMPTSP Naker Kabupaten Rembang, Dwi Nursanto. (Foto: Mukhammad Fadlil)

 
REMBANG, mataairradio.com – Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSP Naker) Kabupaten Rembang mencatat, jumlah perusahaan menerapkan Upah Minimum Kabupaten (UMK) tahun 2018 baru sebanyak 40 perusahan pada Selasa (20/2/2018).

Padahal, berdasarkan data dari DPMPTSP Naker Rembang, jumlah perusahaan di kabupaten ini mencapai 300-an perusahaan.

Kepala Seksi Hubungan Industrial pada DPMPTSP Naker Kabupaten Rembang, Dwi Nursanto mengklaim, jumlah perusahaan yang menerapkan UMK tahun 2017 lalu sudah mencapai 90 persen, sedangkan 10 persen lainnya masih belum menerapkan UMK.

Menurutnya, perusahaan yang belum menerapkan UMK tidak tahu bahwa UMK wajib diterapkan bagi perusahan, sehingga pihaknya perlu memberitahu.

“Targetnya semua perusahaan di Rembang pada tahun ini menerapkan UMK yang sudah ditetapkan. UMK Rembang 2018 sudah diberlakukan sejak awal Januari 2018 kemarin,” ujarnya.

Dwi menyebutkan, Upah Minimum Kabupaten Rembang tahun 2018 ditetapkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebesar Rp1.535.000.

Pemerintah akan rutin melakukan pengawasan terhadap penerapan UMK oleh perusahaan.

“Bagi perusahaan yang tidak menerapkan UMK, petugas pengawas dari povinsi yang akan menanganinya dan berhak memberikan sanksi. Sanksinya bisa berupa penutupan perusahaan,” imbuhnya.

Apabila dibandingkan dengan UMK 2017 yang Rp1.408.000, maka UMK Rembang pada tahun ini ada kenaikan sebesar 8,2 persen.

Dan jika dibandingkan dengan besaran UMK di 34 kabupaten/kota lainnya di Jawa Tengah, Rembang berada pada urutan kedua dari bawah.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Mukhammad Fadlil

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan