Ujung Jembatan Trembes Ambrol, Pemkab Diminta Sigap

Kamis, 17 November 2016 | 08:55 WIB
Ujung Jembatan Trembes yang menghubungkan Gunem-Tegaldowo dan Pamotan-Tegaldowo ambrol pada Selasa (15/11/2016). Padahal badan jembatan yang sempat ambruk pada akhir Februari itu, belum lama diperbaiki oleh Pemerintah Kabupaten Rembang. (Foto: Pujianto)

Ujung Jembatan Trembes yang menghubungkan Gunem-Tegaldowo dan Pamotan-Tegaldowo ambrol pada Selasa (15/11/2016). Padahal badan jembatan yang sempat ambruk pada akhir Februari itu, belum lama diperbaiki oleh Pemerintah Kabupaten Rembang. (Foto: Pujianto)

 

GUNEM, mataairradio.com – Ujung Jembatan Trembes yang menghubungkan Gunem-Tegaldowo dan Pamotan-Tegaldowo ambrol. Padahal badan jembatan yang sempat ambruk pada akhir Februari itu, belum lama diperbaiki oleh Pemerintah Kabupaten Rembang.

Berdasarkan pantauan mataairradio.com, ujung jembatan sisi utara-timur dan ujung sisi selatan-timur amblas, sehingga meninggalkan rongga yang menganga lebar, sehingga rawan mencelakakan pengendara.

Sementara, aliran air tidak beraturan di kawasan bawah dan samping jembatan, mengundang kerawanan lain, yang apabila tidak segera diatasi, maka badan jembatan akan terputus dari ujung-ujungnya yang bersambung dengan jalan.

Mulat Riasnan, salah seorang pengguna jalan yang melintas dari Pamotan hendak menuju Desa Bitingan Kecamatan Sale dan melalui jembatan itu mengaku menyayangkan jembatan baru yang sudah rusak lagi, sehingga mengganggu pengguna jalan.

“Menyayangkan jembatan baru jadi harus rusak lagi. Sangat mengganggu pengguna jalan. Apalagi ini jalur utama yang menghubungkan daerah Tegaldowo-Gunem dan Tegaldowo-Pamotan,” ujarnya kepada mataairradio.com, Kamis (17/11/2016) pagi.

Sebagai warga Desa Pamotan yang kerap mengakses jalur dan jembatan tersebut, ia mengaku sudah memprediksi ujung jembatan sepanjang sekitar delapan meter itu bakal ambrol karena modelnya yang tidak ada talut beton guna menahan laju air.

“Lagian itu kan ada pendangkalan dan ada bekas jalan darurat yang dibiarkan. Harapannya, cepat diperbaiki sebelum makin parah daan bukan jembatannya saja yang diperbaiki tetapi pergerakan airnya juga harus dibenahi,” katanya.

Camat Gunem Teguh Gunawarman ketika dikonfirmasi menyatakan telah melaporkan secara resmi ambrolnya ujung Jembatan Trembes kepada pihak Pemerintah Kabupaten Rembang guna penanganan secara cepat, mengingat kerawanannya bagi masyarakat pengguna jalan.

“Setelah ujung jembatan sisi utara-timur dan selatan-timur ambrol pada Selasa (15/11/2016) kemarin, kami sudah lakukan tinjauan lapangan dan fotonya kita share di grup WA Pemkab. Rabu (16/11/2016), kita sudah buat laporan resmi kepada Pemkab, tapi belum dijawab,” terangnya.

Ia membenarkan bahwa ada kerawanan ambrol lebih lebar dari yang terjadi pada saat sekarang, seiring dengan tidak ditahannya laju air di tepi samping atau sayapan jembatan dengan talut, sehingga aliran air menjadi tidak beraturan.

“Makanya, atas kerawanan itu, maka sudah minta kepada pihak Desa Trembes untuk tidak membiarkan kendaraan beroda empat melintas. Kami juga minta agar dibuatkan papan peringatan di Pertigaan Trembes kalau kendaraan beroda empat dilarang masuk,” katanya.

Mengenai mutu proyek Jembatan Trembes, ia menyatakan tidak mau banyak memberikan komentar karena itu menjadi ranah Dinas Pekerjaan Umum dengan pihak rekanan yang mengerjakannya.

“Kalau di spesifikasinya ada talut penahan air sebagai sayap kanan-kiri di ujung jembatan, maka yang sekarang ada ini tidak ada. Tetapi jika di spesifikasi proyeknya tidak talut, maka perbaikannya jelas tidak sempurna dan rawan longsor terus,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan