Tuntut Kompensasi, Warga Blokade Akses Tanjung Bonang

Senin, 21 Maret 2016 | 19:05 WIB
Puluhan warga Desa Sendangmulyo Kecamatan Sluke melakukan aksi unjuk rasa dengan memblokade akses ke Pelabuhan Tanjung Bonang di wilayah desa setempat, Senin (21/3/2016) pagi. (Foto: Pujianto)

Puluhan warga Desa Sendangmulyo Kecamatan Sluke melakukan aksi unjuk rasa dengan memblokade akses ke Pelabuhan Tanjung Bonang di wilayah desa setempat, Senin (21/3/2016) pagi. (Foto: Pujianto)

 

SLUKE, mataairradio.com – Puluhan warga Desa Sendangmulyo Kecamatan Sluke memblokade semua akses ke Pelabuhan Tanjung Bonang di tepi jalan pantura desa setempat, Senin (21/3/2016) pagi.

Massa melakukan blokade dengan memasang berbagai benda seperti ban bekas dan pohon pisang. Akibatnya, akses ke perusahaan yang berada di dalam kawasan pelabuhan itu lumpuh total sejak pagi hari.

Perusahaan yang beroperasi di Tanjung Bonang antara lain PT Bumi Redjo Tirta Kencana (BRTK), PT Samudera Bahari Alam Persada (SBAP) dan PT Bangun Arta Kencana (BAK).

Koordinator aksi itu, Bagus Hartanto menganggap, warga Sendangmulyo dirugikan atas operasional beberapa perusahaan di Tanjung Bonang.

“Pertama karena perizinan yang tidak jelas. Yang kedua, perusahaan merekrut tenaga kerja yang justru didominasi oleh warga luar daerah. Ketiga, kompensasi untuk warga tidak jelas.

Dari PT bilang segini, tapi dari desa tidak jelas. Yang keempat, warga tidak menuai kesejahteraan atas adanya pelabuhan,” tandasnya.

Sholeh, perwakilan dari warga lainnya menuntut semua aktivitas di pelabuhan dihentikan sementara hingga seluruh perizinan tuntas.

“Perusahaan yang beroperasi di pelabuhan juga mesti menyerap maksimal tenaga kerja dari warga Desa Sendangmulyo,” tegasnya.

Ia pun mengancam, jika tuntutan itu tidak dikabulkan, maka warga akan melakukan aksi blokade lagi dengan jumlah massa lebih banyak.

Pihaknya pun menjadi mempertanyakan kinerja Bupati karena dianggap membiarkan operasional sejumlah perusahaan, padahal izin pelabuhan belum beres.

“Bupati dan Gubernur mesti tahu soal keadaan ini,” ujarnya.

Aksi itu sempat menyedot perhatian dari para pengguna jalan di jalur pantura setempat, tetapi tidak sampai memacetkan total arus kendaraan.

Sementara itu, atas aksi tersebut, belum ada tanggapan resmi dari pihak terkait. Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika Rembang Suyono enggan memberikan tanggapan.

Ia mempersilakan untuk menanyakan hal itu kepada Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Tanjung Bonang, Dodi Sambodo.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan