Ingin Murid Menjadi Tokoh Besar, Kata Syekh Mahmud Ini Kuncinya

Minggu, 14 April 2013 | 16:38 WIB
Syekh Mahmud Syahadah saat memberikan tausiyah di aula Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Leteh Rembang, Jumat siang 12 April kemarin. (Foto Wahyu)

Syekh Mahmud Syahadah saat memberikan tausiyah di aula Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Leteh Rembang, Jumat siang 12 April kemarin. (Foto Wahyu)

REMBANG, MataAirRadio.net – Ulama besar Suriah Syekh Muhammad Rajab Dib berikut putra menantunya Syekh Mahmud Syahadah dan cucunya Syekh Umar berkunjung ke Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh Rembang, Jumat 12 April kemarin.

Meski usia kunjungannya cukup singkat, namun banyak pelajaran penting yang ditinggalkan para ulama penganut mazhab ahlussunah tersebut. Di antaranya adalah mengenai adab mengajar dan belajar antara guru dan murid.

Menurut Syekh Mahmud Syahadah yang berbicara di hadapan para tokoh masyarakat, guru, dan santri di aula pondok pesantren setempat, jika ada seorang guru mulai mengajar dengan membaca “bismillaahirrahmaanirrahiim”, maka saat itulah Allah akan memberikan ampunan kepada sang guru, murid, dan kedua orang tua sang guru.

Masih menurut Syekh Mahmud, jika dalam proses mengajar dan belajar, kita mengikhlaskan niat untuk melakukan proses tersebut hanya karena Allah, maka murid atau generasi yang kita didik akan menjadi orang besar kelak di masa depan.

Oleh karenanya, para guru agar senantiasa jujur dan mengikhlaskan niatnya ketika mengajar, sementara bagi para murid agar bisa beradab kepada gurunya.

Syekh Mahmud Syahadah juga mengatakan, hak seorang guru lebih besar dibandingkan hak seorang atau kedua orang tua kita. Hal ini karena kedua orang tua kita mendidik jasat dengan memberikan makan dan minum, sementara guru mendidik ruh atau jiwa kita.

Menurut Syekh Mahmud, dalam salah satu hadist, Rasulullah Muhammad SAW bersabda, seorang mukmin harus menjadi seorang murid atau menjadi seorang guru. Ulama ini menegaskan, Rasulullah tidak mau umatnya berada dalam kebodohan.

Di ujung tausiyahnya, Syekh Mahmud Syahadah menukil sebuah hadist, “tidak termasuk umat Nabi Muhammad bagi orang yang tidak mau mengajarkan ilmunya atau tidak mau belajar”. (Wahyu Salvana)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan