Tinggal Sehari, KPU Klaim Coklit 100 Persen

Sabtu, 17 Februari 2018 | 15:45 WIB

Ilustrasi

 

REMBANG, mataairradio.com – Pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Rembang mengklaim capaian pencocokan dan penelitian (Coklit) data pemilih untuk Pilgub Jateng 2018 sudah 100 persen. Meskipun, masa Coklit baru berakhir sehari lagi atau pada Ahad 18 Februari ini.

Ketua KPU Kabupaten Rembang Minanus Suud mengatakan, tingkat capaian ini berdasarkan hasil monitoring Coklit yang dilakukan pihaknya. Sabtu (17/2/2018) ini, pihaknya memanggil panitia pemilihan kecamatan (PPK) untuk melaporkan persiapan rekapitulasi hasil Coklit data pemilih.

“Coklit sudah 100 persen. Tinggal kita rekapitulasi. Hari ini, PPK kita undang untuk persiapan rekapitulasi,” katanya kepada mataairradio.

Minanus Suud menegaskan, produk dari Coklit data pemilih adalah rekapitulasi hasil pencocokan dan penelitian. Rekapitulasi dilakukan secara berjenjang dari tingkat panitia pemungutan suara (PPS), PPK, lalu di tingkat KPU Kabupaten Rembang dan terakhir di level KPU Provinsi Jawa Tengah.

“Rekapitulasi berjenjang mulai PPS hingga KPU kabupaten dan provinsi,” tandasnya.

Setelah rekapitulasi ini, akan dilakukan penyusunan daftar pemilih sementara (DPS). Penyusunan DPS dilakukan sejak 19 Februari hingga 4 Maret mendatang. Di DPS itu nanti masyarakat akan bisa mencermati apakah sudah masuk sebagai daftar pemilih atau justru belum masuk di daftar.

“19 Februari hingga 4 Maret nanti masa penyusunan DPS. Produknya nanti ya DPS. Nanti masyarakat bisa cermati, sudah masuk sebagai pemilih atau belum,” tegasnya.

Jumlah penduduk potensial pemilih Pemilu yang di-Coklit untuk Pilgub Jawa Tengah di Kabupaten Rembang, sebanyak 495.993 orang. Di antara hasil Coklit adalah lebih dari 14.000 yang merupakan pemilih dari kalangan pemula.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan