Tinggal 3 Hari, 53 Calon Haji Belum Lunasi BPIH

Tuesday, 7 June 2016 | 15:49 WIB
Jemaah calon haji asal Kabupaten Rembang, Rabu (26/8/2015) pagi, sudah berangkat ke Embarkasi Haji Donohudan Boyolali. (Foto: Pujianto)

Jemaah calon haji asal Kabupaten Rembang, Rabu (26/8/2015) pagi, sudah berangkat ke Embarkasi Haji Donohudan Boyolali. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Pihak Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rembang mencatat masih ada 53 orang calon haji asal daerah ini yang belum melunasi biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) tahap pertama.

Mereka tinggal punya waktu tiga hari per Selasa (7/6/2016) ini atau hingga tanggal 10 Juni mendatang untuk melakukan pelunasan, apabila ingin tetap berangkat di tahun 2016.

Begitu pun yang masuk daftar cadangan. Jika tidak melakukan pelunasan pada tahap pertama ini, maka kesempatan untuk masuk kuota pada 2016 akan hilang.

“Yang melunasi BPIH 751 orang yang belum 53 orang. Cadangan dari 24 yang melunasi baru 1. Kalau sampai tanggal 10 tidak melunasi, dianggap tak siap,” ungkap Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah pada Kantor Kemenag Rembang Shalehuddin.

Menurutnya, mereka yang sampai batas akhir pelunasan tahap pertama tidak melunasi BPIH-nya akan diganti dengan yang melakukan pelunasan tahap kedua, pada 20-30 Juni.

“Pelunasan tahap kedua diperuntukkan bagi mereka yang lanjut usia dan penggabungan anak dengan orang tua dan suami dengan istri. Kalau ada sisa, baru cadangan,” terangnya.

Ia menambahkan, pada saat ini, qurah (undian, red.) Kabupaten Rembang baru mendapat satu kloter yaitu kloter 38 yang baru saja dikirimkan ke Kanwil Kemenag Jawa Tengah.

“Qurah baru satu dari KBIH Al Anwar sebanyak 355 jemaah. Selanjutnya, menunggu qurah berikutnya. Setelah pelunasan tahap pertama dan kedua selesai, kita akan lanjutkan dengan manasik,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan