Tiga Sekolah dan Satu Penggilingan Diobok-obok Maling

Senin, 13 Juni 2016 | 12:23 WIB
SMK Negeri 1 Rembang, salah satu sekolah yang diobok-obok maling pada Senin (13/6/2016) dini hari. (Foto: www.youtube.com)

SMK Negeri 1 Rembang, salah satu sekolah yang diobok-obok maling pada Senin (13/6/2016) dini hari. (Foto: www.youtube.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Tiga sekolah dan satu penggilingan padi di wilayah Kecamatan Rembang diobok-obok maling, Senin (12/6/2016) dini hari. Perangkat kamera, uang tunai, dan gabah diembat pelaku.

Tiga sekolah yang kemalingan masing-masing SMP Negeri 1, SMK Negeri 1, dan SMA Negeri 3 Rembang, sedangkan penggilingan padi yang dibobol berlokasi di Desa Ketanggi.

Menurut keterangan yang dihimpun, satu unit kamera DLSR milik SMP Negeri 1 raib. Di SMK Negeri 1, uang tunai Rp700.000 hilang, sedangkan di SMA Negeri 3, uang infak siswa Rp150.000, yang dicolong.

Setidaknya, Kepala SMK Negeri 1 Rembang Singgih Darjanto membenarkan kasus pencurian uang senilai Rp700.000 di sekolahnya yang kasusnya kini ditangani polisi.

Adapun di Ketanggi, 20 karung gabah, seberat total sekitar setengah ton, hilang dari tempat penggilingan padi, tetapi pelakunya diduga berbeda dari yang beraksi di ketiga sekolah tersebut.

“Kami sedang lakukan penyelidikan begitu menerima laporan. Tim kami masih olah TKP,” ujar Kepala Satuan Reskrim Polres Rembang AKP Eko Adi Pramono, Senin (13/6/2016) pagi.

Ia menolak disebut kecolongan dari aksi pencurian di bulan Ramadan meski sudah menyatakan melakukan patroli intensif, karena pelaku kejahatan mengincar kelengahan.

Pihak polisi pun enggan berspekulasi mengenai pelaku pencurian di ketiga sekolah tersebut, yang bukan maling profesional, melainkan bagian dari ulah remaja nakal, mengingat nilai materi yang diembat.

“Soal pelaku, kami masih dalami, termasuk berbagai kemungkinannya. Tapi kami tegaskan, pencurian ini bukan soal nilai, melainkan perbuatannya,” tegasnya.

Begitu pula dengan pembobolan penggilingan padi di Ketanggi, Kasatreskrim enggan mengira-ira modus pelaku, apakah berkaitan dengan harga pangan yang tinggi di lapangan.

“Kami hanya berharap agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap aksi kejahatan, terutama pencurian, selama bulan Ramadan. Jadilah polisi bagi diri sendiri,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan