Tiga Remaja Ditangkap lantaran Jadi Kurir Sabu-sabu

Minggu, 12 Februari 2017 | 22:27 WIB

Barang bukti yang diamankan dari kurir sabu-sabu yang diamankan oleh polisi dari Satuan Reserse Narkoba Polres Rembang dalam sebuah penangkapan pada Sabtu (11/2/2017) dan Ahad (12/2/2017). (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Tiga orang remaja berasal dari Kabupaten Jepara ditangkap oleh tim dari Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resor Rembang lantaran menjadi kurir peredaran narkotika jenis sabu-sabu, Ahad (12/2/2017) dini hari.

Ketiga tersangka adalah Abdul Ghofur (31) warga Desa Rogolampitan Kecamatan Batealit serta Ahmad Arif Baihaki (24) dan Khotibul Uman (19) warga Desa Krasak Kecamatan Pecangaan. Mereka ditangkap Pos Kamling Desa Tambakagung Kecamatan Kaliori.

Mulanya polisi mendapat informasi akan terjadi transaksi sabu-sabu di sekitar Masjid Tambakagung, Kaliori. Polisi lalu bergerak menyelidiki dan melakukan penangkapan terhadap seorang pria yang kemudian diketahui bernama Abdul Ghofur pada Sabtu (11/2/2017) siang.

Setelah digeledah, polisi menemukan tiga paket sabu-sabu dengan berat per paket masing-masing kurang lebih dua gram. Pengembangan kasus dilakukan hingga akhirnya polisi berhasil menangkap dua kurir lainnya yaitu Ahmad Arif Baihaki dan Khotibul Uman di Krasak, Ahad dini hari.

“Saat ini, pengembangan dengan penyidikan masih terus kami lakukan dan untuk kepentingan tersebut ketiga tersangka kami tahan di Mapolres Rembang,” ungkap Kasatresnarkoba Polres Rembang AKP Bambang Sugito kepada mataairradio.com, Ahad (12/2/2017) pagi.

Selain tiga paket sabu-sabu, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti lainnya berupa satu lembar struk bukti transfer ATM BRI, satu unit sepeda motor merek Honda tipe Vario 125 warna hitam K 2958 EQ, uang tunai Rp283.000, dan satu jaket kasual tempat menyimpan sabu-sabu.

“Kasus ini jadi atensi kami, mengingat tersangka masih remaja tapi sudah jadi kurir narkoba, bahkan terbilang senior lantaran punya pengaruh (mengajak yang secara umur lebih tua darinya). Ibarat, yang kami tangkap pertama prajurit, dua lainnya tumenggung dan patih,” tandasnya.

Bambang menyatakan menjerat ketiga tersangka dengan Pasal 112 dan 114 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Mereka terancam hukuman penjara minimal empat tahun dan maksimal 14 tahun penjara atau denda Rp800 juta.

“Sayangnya mereka masih belum mau membuka informasi mengenai jaringan satu level di atasnya atau pengedar. Tetapi kami masih akan terus dalami, termasuk apakah sabu-sabu yang mereka antarkan itu ada yang menyasar kalangan pelajar atau mahasiswa,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan