Tiga Orang Kena Tipu SK CPNS Palsu

Selasa, 30 Agustus 2016 | 16:29 WIB
Kepala Bidang Pengembangan Pegawai pada BKD Kabupaten Rembang Marsono menunjukkan dua surat perintah tugas diduga palsu yang dibawa oleh masing-masing pemegangnya untuk datang sebagai CPNS di sejumlah instansi. Pemegangnya diduga korban penipuan. Apalagi SK CPNS yang terdapat pada berkas yang mereka bawa juga serba mencurigakan. (Foto: Pujianto)

Kepala Bidang Pengembangan Pegawai pada BKD Kabupaten Rembang Marsono menunjukkan dua surat perintah tugas diduga palsu yang dibawa oleh masing-masing pemegangnya untuk datang sebagai CPNS di sejumlah instansi. Pemegangnya diduga korban penipuan. Apalagi SK CPNS yang terdapat pada berkas yang mereka bawa juga serba mencurigakan. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Setidaknya tiga orang warga Kabupaten Rembang diduga kena tipu atas kepemilikan surat keputusan (SK) calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang ditengarai kuat palsu.

Dugaan ini setelah tiga orang yang semuanya perempuan tiba-tiba mendatangi masing-masing ke tiga instansi dengan membawa surat perintah tugas dan telah berseragam layaknya aparatur sipil negara, Senin (29/8/2016) kemarin.

Tiga perempuan itu masing-masing warga dari Kecamatan Sulang, Gunem, dan Pamotan, sedangkan tiga instansi itu adalah Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga, Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD), serta SMA Negeri 1 Pamotan.

Mereka juga menyodorkan SK CPNS dan membawa surat panggilan dari Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Rembang agar datang ke dinas tersebut pada 29 Agustus 2016 pukul 10.00 WIB.

Namun dokumen yang mereka bawa itu diduga kuat palsu. Dugaan ini tampak antara lain dari surat perintah yang ditandatangani hanya oleh Kabid Penelitian dan Perencanaan Kepegawaian pada Badan Kepegawaian Daerah Jawa Tengah dan bentuk tanda tangan yang tidak sama.

Kop surat juga tidak saling sesuai. Ada surat dari BKD Rembang, tetapi logo pada kopnya milik Provinsi Jawa Tengah. Setelah dicek ke BKD Jawa Tengah pun, tidak ada nama mereka sebagai CPNS pada tahun 2016 dan tidak ada surat perintah tugas yang dikeluarkan oleh BKD Jateng.

Selain itu, juga tampak dari SK CPNS yang pada lembarnya tertulis memperhatikan persetujuan teknis Kepala Regional I BKN tertanggal 13 Oktober 2016, tetapi konsideran tersebut menjadi dasar untuk memutuskan mengangkat CPNS per 1 Juni 2016.

Dikonfirmasi mengenai hal tersebut pada Selasa (30/8/2016) siang, Kepala Bidang Pengembangan Pegawai BKD Kabupaten Rembang Marsono menyatakan mendengar dan sempat menerima tamu terkait persoalan pada Senin (29/8/2016) kemarin.

“Pertama, ada satu orang dari Sulang yang datang bersama orang tuanya dan pihak Dinbudparpora ke sini. Menanyakan tentang surat perintah dan SK CPNS itu. Kita jawab kita tidak pernah dapat tembusan surat perintah dan tidak ada penerimaan CPNS tahun ini,” bebernya.

Kedua, ada lagi yang datang dari staf tata usaha SMA Negeri Pamotan. Yang bersangkutan, juga kroscek tentang kedatangan perempuan yang mengaku dari Desa Pamotan membawa surat perintah tugas dan menunjukkan SK CPNS yang diduga palsu.

Hal yang sama terjadi pula di DPPKAD yang kedatangan “pegawai” baru dari wilayah Kecamatan Gunem dengan membawa dokumen yang sama dan ternyata juga diduga palsu. Instansi DPKKAD disebut di surat tugas diduga abal-abal itu sebagai Dipenda.

“Dari ketiganya, yang dari Sulang sempat mengaku diantarkan oleh seseorang, namanya Pak Darijan, saat mau masuk ke Dinbudparpora. Tetapi begitu masuk, langsung ditinggal. Saat muncul keraguan, Pak Darijan dikontak, mengaku sudah sampai Kudus. Baru setengah jam lho,” ujarnya.

Atas kejadian tersebut, kata Marsono, pihak yang bersangkutan diminta menyelesaikannya dengan orang-orang yang terkait seperti Darijan. Dia belum menyarankan kepada yang bersangkutan untuk menempuh jalur hukum, karena merupakan hak masing-masing.

“Kami tidak menyebut itu penipuan atau tidak. Tetapi dokumen dan apapun yang terkait dengan yang bersangkutan itu, diduga kuat palsu. Kami imbau kepada masyarakat agar berhati-hati atas segala bentuk upaya penipuan berkedok penerimaan CPNS,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan