Tiga Lagi Pasangan Mesum Digaruk termasuk Oknum PNS

Rabu, 22 Juni 2016 | 15:22 WIB
Para pelaku mesum dengan cara "ngamar" di hotel dengan pasangan tidak sahnya diamankan ke Markas Satpol PP Kabupaten Rembang untuk didata dan dibina sebelum akhirnya dilepas agar pulang ke asal mereka masing-masing, Rabu (22/6/2016) siang. (Foto: Pujianto)

Para pelaku mesum dengan cara “ngamar” di hotel dengan pasangan tidak sahnya diamankan ke Markas Satpol PP Kabupaten Rembang untuk didata dan dibina sebelum akhirnya dilepas agar pulang ke asal mereka masing-masing, Rabu (22/6/2016) siang. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Razia pasangan mesum atau tidak sah yang menginap di hotel dilanjutkan oleh aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Rembang, Rabu (22/6/2016) siang.

Setelah mengamankan 12 orang pelaku mesum di tiga hotel dan 6 pramusaji dari dua warung kopi pada pagi harinya, petugas kembali mengangkut 3 pasangan mesum dari dua hotel berbeda di wilayah Kecamatan Rembang, pada siang harinya, selepas zuhur.

Rincian tambahannya, dua pasang berasal dari hotel di samping timur SPBU Dua Putri Kaliuntu dan satu pasang dari Hotel Larasati di bilangan Jalan Soedirman Rembang.

Kenyataan memprihatinkan ditemui dari razia petugas terhadap kamar Hotel Larasati. Seorang pria oknum pegawai negeri sipil tertangkap basah berduaan dengan seorang wanita bukan pasangan sahnya di salah satu kamar penginapan tersebut.

Menurut informasi, PNS yang bersangkutan bertugas sebagai penjaga sekolah, sehingga langsung menunduk dan berusaha menutupi wajahnya ketika kamera wartawan menyorotnya.

Lanjutan razia pasangan tidak sah di hotel, sebenarnya diawali dari Hotel Rantina, depan Kompleks Museum Kartini. Di tempat ini, tidak ada pelaku mesum yang diamankan.

Tim berkekuatan belasan anggota Satpol PP kemudian meluncur ke Fave Hotel di bilangan Jalan Soedirman yang merupakan usaha milik keluarga Wakil Bupati Rembang Bayu Andriyanto.

Di hotel ini, pihak hotel menolak di razia dengan dalih tempat penginapannya sudah berbintang tiga, tetapi petugas Satpol PP yang dipimpin Kepala Seksi Penegak Perda Sudarno dan Kepala Seksi Trantib Edy Purdayanto ganti bertanya dasar aturannya.

Awak media yang turut serta pada razia itu pun sempat ikut mencari konfirmasi alasan menolak razia dengan dalih hotel sudah berbintang 3, tetapi pihak hotel kukuh menolak.

Setelah sempat diwarnai adu mulut, pihak hotel sempat mempersilakan petugas merazia, tetapi pihak Satpol PP keburu “balik kanan” dan berganti sasaran.

“Razia hotel kami intensifkan karena saat sekarang masih dalam suasana Ramadan. Tidak ada perintah dari Bupati, tetapi murni kinerja Satpol PP di bidang penegakan perda,” terang Kepala Seksi Penegak Perda pada Satpol PP Rembang Sudarno.

Pada lanjutan razia ini, petugas juga mengangkut dua orang pramusaji warung kopi yang beroperasi di depan kawasan Stadion Krida Rembang ke markas Satpol PP.

Dengan demikian, dalam razia hari ini (22/6/2016), total 18 pelaku mesum di hotel dan 8 pramusaji warung kopi yang diamankan Satpol PP melalui razia yang didukung pihak Dinas Sosial dan Inspektorat Kabupaten Rembang.

Begitu sampai di Markas Satpol PP Kabupaten Rembang, mereka ini didata dan dibina serta diminta meneken surat pernyataan tak akan mengulang kelakuan serupa di lain waktu. Setelah itu, mereka dilepas agar pulang ke daerah masing-masing.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan