Tiga Kafe Karaoke Ketahuan Beroperasi, Puluhan PK Diangkut

Selasa, 21 Juni 2016 | 13:52 WIB
Para pemandu karaoke yang terjaring razia polisi pada Senin (20/6/2016) malam ketika dibina oleh pihak Satuan Pembinaan Masyarakat Polres Rembang, Selasa (21/6/2016) pagi. (Foto: Pujianto)

Para pemandu karaoke yang terjaring razia polisi pada Senin (20/6/2016) malam ketika dibina oleh pihak Satuan Pembinaan Masyarakat Polres Rembang, Selasa (21/6/2016) pagi. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Tiga kafe karaoke ketahuan beroperasi pada malam hari bulan Ramadan 1437 Hijriah di Kabupaten Rembang, justru saat tempat hiburan malam itu dilarang beroperasi di bulan suci, oleh Bupati.

35 orang perempuan pemandu karaoke (PK) beserta operator dan pengelola dari tiga kafe tersebut diangkut ke Mapolres Rembang untuk didata, diperiksa, dan dibina lebih lanjut oleh polisi setelah terjaring razia, Senin (20/6/2016) malam.

Tiga kafe karaoke yang dirazia adalah Dimensi di bilangan Jalan Slamet Riyadi Karangmencol Kecamatan Rembang, lalu Indah Bekti di bilangan Jalan Rembang-Blora Dusun Besi Desa Kedungrejo Kecamatan Rembang, dan JNT di wilayah Desa Landoh Kecamatan Sulang barat TPA Landoh.

Hasil razia ini terbilang mencengangkan, karena beberapa hari sebelumnya, atau pada Kamis malam 16 Juni lalu, petugas dari Satpol PP Kabupaten Rembang yang juga menggelar operasi kepatuhan, tidak menemukan satu pun kafe karaoke yang beroperasi pada malam hari bulan Ramadan.

Kepala Urusan Bina Operasi Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Rembang Inspektur Satu Martoyo yang memimpin razia pada malam hari itu menyatakan menjumpai kafe karaoke tersebut beroperasi dan berpengunjung.

“Begitu sampai sana dan mendapati kafe karaoke tersebut beroperasi, maka kami langsung minta operator lagu untuk berhenti. Begitu pula PK dan pengelolanya, kita bawa ke kantor,” ujarnya.

Para pemandu karaoke yang diamankan kebanyakan berasal dari luar daerah meliputi Jepara, Pati, Blora, Grobogan, Semarang, Kendal, Batang, Cilacap, Majalengka, Jakarta Timur, Tuban, Bojonegoro, Nganjuk, dan Surabaya.

Jumlah PK dari luar daerah hasil razia malam itu sebanyak 21 orang, sedangkan yang dari lokal Kabupaten Rembang sebanyak 7 orang. Mereka dari Desa Trenggulunan Kecamatan Pancur, Desa Landoh Kecamatan Sulang, serta Desa Mrayun dan Joho Kecamatan Sale.

“Untuk sementara, KTP mereka kami tahan. Kami cek keaslian KTP-nya, termasuk kemungkinan keterlibatan identitas itu dengan ejahatan di daerah lain. Orangnya tidak kami tahan, hanya membuat saja pernyataan tidak beroperasi lagi,” ujar Kasatreskrim Polres Rembang AKP Eko Adi Pramono.

Ia menjelaskan, persoalan penegakan peraturan daerah memang menjadi ranah dari Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Rembang, tetapi pihak kepolisian berkepentingan dalam penertiban kafe karaoke yang beroperasi di bulan Ramadan, karena rawan konflik sosial.

“Kami mendapat laporan dari masyarakat yang resah karena kafe karaoke masih beroperasi. Kalau kami tidak ikut bertindak sehingga kafe karaoke yang beroperasi itu dibiarkan, nanti ketika ada masyarakat yang main hakim sendiri, polisi juga yang akhirnya repot,” tegasnya.

Setelah razia ini, pihak Polres Rembang akan tetap melayangkan surat kepada Satpol PP setempat untuk menindaklanjuti hasil operasi malam itu, agar ada efek jera dari pelaku usaha kafe karaoke berikut para pemandu lagu.

“Soal tindaklanjutnya, kami serahkan kepada Satpol PP, termasuk salah satu kafe karaoke, yaitu Dimensi, yang sebenarnya sudah dua kali didapati oleh polisi sedang beroperasi di malam hari bulan Ramadan. Mau ditutup atau bagaimana, itu kewenangan Pemkab Rembang,” imbuhnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan