Tiga Juru Parkir RSUD segera Ditetapkan Tersangka

Jumat, 14 Juli 2017 | 18:35 WIB

Wakil Kepala Kepolisian Resor Rembang yang juga Ketua Tim Saber Pungli Kompol Pranandya Subyakto. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Tiga orang juru parkir di RSUD dr R Soetrasno segera ditetapkan sebagai tersangka setelah ditangkap oleh Tim Saber Pungli Kabupaten Rembang gara-gara mengutip tarif parkir di luar ketentuan pada Mei 2017 lalu.

Ketiga juru parkir itu adalah Eko Istiawan (36) warga Desa Seren Kecamatan Sulang serta Jasmani (46) warga Desa Weton dan Eko Sugiarto (43) warga Desa Kabongan Kidul Kecamatan Rembang. Setelah ditangkap tangan, ketiganya tidak ditahan.

“Tim Yustisi Saber Pungli sudah memberikan rekomendasi bahwa ketiga saksi segera dinaikkan statusnya dari saksi menjadi tersangka,” ungkap Ketua Tim Saber Pungli Kabupaten Rembang Komisaris Polisi Pranandya Subyakto, Jumat (14/7/2017).

Pranandya yang juga merupakan Wakil Kepala Polres Rembang menjelaskan bahwa ketiga juru parkir tersebut akan dikenai persangkaan pasal tentang pemalsuan surat. Karcis parkir sesuai ketentuan tertera Rp1.000 tetapi diubah menjadi Rp2.000.

“Ketiganya segera dinaikan status menjadi tersangka karena Tim Yustisi menyampaikan bahwa ketiganya terindikasi memalsukan karcis parkir. Dalam Pasal 263 KUHP, salah satu surat adalah karcis,” ungkapnya.

Tim Saber Pungli menyatakan bahwa tindakan yang dilakukan oleh juru parkir RSUD membuat Pemkab Rembang mengalami kerugian. Sebab, menurut Pranandya, pendapatan asli daerah dari sektor parkir menjadi tidak optimal lantaran adanya pemalsuan tersebut.

“Kami juga akan melakukan penyidikan intensif untuk menelusuri uang dari pemalsuan karcis parkir tersebut lari ke mana saja. Pengembangan kasus akan kami gali salah satunya dari keterangan ketiga juru parkir kepada penyidik,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan