Tiga Bulan Bakul Satai Ngaku Tentara untuk Menipu

Kamis, 20 Juli 2017 | 15:45 WIB

Suwarno alias Pak Ndut (60), seorang bakul satai berasal dari Desa Dukuhseti Kecamatan Dukuhseti Kabupaten Pati mengaku atau menyaru sebagai anggota TNI Kodim 0720 Rembang untuk menipu, namun aksi kejahatannya itu berakhir setelah polisi menangkapnya. (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

REMBANG, mataairradio.com – Seorang bakul satai berasal dari Desa Dukuhseti Kecamatan Dukuhseti Kabupaten Pati mengaku atau menyaru sebagai anggota TNI Kodim 0720 Rembang untuk menipu, namun aksi kejahatannya itu berakhir setelah polisi menangkapnya.

Di Kabupaten Rembang, terungkap bahwa aksinya sedikitnya sudah dua kali. Tempat kejadiannya di toko material di Desa Turusgede Kecamatan Rembang dan warung makan padang di Desa Banyudono Kecamatan Kaliori masing-masing pada 13 Juli dan 24 April 2017.

Di toko material, tersangka yang bernama Suwarno alias Pak Ndut (60) beralasan hendak membeli material guna pembangunan asrama Kodim Rembang. Setelah itu pelaku meminjam motor korban untuk mengambil uang di ATM, tapi motor dibawa kabur.

Sementara di warung makan padang, tersangka datang berdua dengan rekannya yang juga mengaku sebagai anggota Kodim. Tersangka lalu memesan 40 bungkus nasi untuk kegiatan di asrama Kodim. Rekan tersangka kemudian cabut duluan. Tersangka pun jadi sendirian.

“Ketika rekan tersangka lama tidak kembali dan saat korban masih membungkus nasi, tersangka meminjam motor korban untuk menjemput istri. Setelah motor dipinjamkan, tersangka lantas membawanya kabur,” ungkap Kapolres Rembang AKBP Pungky Bhuana Santoso.

Tersangka Suwarno ditangkap di Tayu. Namun Kapolres menyatakan bahwa pihaknya masih melakukan pengembangan dengan terus menyidik tersangka. Tersangka sementara mengaku telah beraksi di sepuluh tempat kejadian perkara, antara lain di wilayah Blora dan Tuban.

“Sementara baru dua sepeda motor yang berhasil kami amankan dari tersangka Suwarno. Tetapi kami terus melakukan pengembangan dengan berkoordinasi dengan Polres Blora dan Tuban. Kami juga buru tersangka lain yang merupakan rekan tersangka Suwarno,” bebernya.

Dua sepeda motor yang kini sudah diamankan masing-masing jenis Honda Beat bernomor polisi K 2738 BW milik Erika Piliang Shaputra warga Perum Griya Utama Permai Tireman dan Honda Vario K 2793 FM milik Sugiarto warga Desa Kerep Kecamatan Sulang.

Suwarno dalam sesi jumpa pers di Mapolres Rembang pada Kamis (20/7/2017) mengaku sudah tiga bulan ini menyaru sebagai anggota TNI untuk melakukan tindak penggelapan dan penipuan sepeda motor. Ia juga mengaku bahwa dirinya sesungguhnya bakul satai.

Soal atribut tentara yang dikenakannya seperti helm warna hijau dengan stiker korp TNI, tersangka mengaku mendapatkannya dari Pati. Ide menyaru tentara merupakan buah pikirnya sendiri. Ia mengaku tidak meniru aksi kejahatan serupa yang disiarkan di televisi.

“Saya nggak ngaku-ngaku sebagai tentara atau anggota Kodim. Teman saya (buron, red.) yang ngaku-ngaku. Begitu dapat motor (hasil penggelapan) rencana mau saya pakai sendiri, tapi belum sampai saya pakai, sudah ditangkap polisi,” kata pria bertubuh tambun ini.

Atas perbuatannya ini, Suwarno dijerat pasal berlapis, yakni Pasal 378 dan Pasal 372 KUHP. Kini ia menatap hidup di bui. Ia terancam hukuman maksimal lima tahun penjara.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan