Tersangka Pungli di Pelabuhan Tasikagung Dilimpahkan ke Kejari

Rabu, 11 Oktober 2017 | 20:25 WIB

Tersangka kasus dugaan pungutan liar alias Pungli yang merupakan Kepala Seksi Kesyahbandaran pada Pelabuhan Perikanan Pantai Tasikagung Agus Hari Prabowo dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Rembang, Rabu (11/10/2017). (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Tersangka kasus dugaan pungutan liar alias Pungli yang merupakan Kepala Seksi Kesyahbandaran pada Pelabuhan Perikanan Pantai Tasikagung Agus Hari Prabowo dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Rembang, Rabu (11/10/2017).

Selain tersangka, penyidik di kepolisian resor setempat juga melimpahkan barang bukti, karena merupakan pelimpahan tahap kedua. Kini, Agus Hari Prabowo yang merupakan warga Pati Kidul dititipkan penahanannya di Rumah Tahanan Kelas IIB Rembang.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Rembang AKP Ibnu Suka mengonfirmasi pelimpahan tahap kedua tersebut. Setelah ini, polisi langsung fokus pada pemberkasan perkara dengan tersangka lain yakni Kepala PPP Tasikagung, Sukoco.

Kepada mataairradio.com, Kasatreskrim menyatakan, penyidikan kasus dugaan Pungli pengurusan surat izin penangkapan ikan (SIPI) di PPP Tasikagung terbatas pada dua orang tersangka sehingga belum akan melebar pada calon tersangka yang lain.

“Berdasarkan fakta-fakta dan bukti-bukti yang diperoleh, dua tersangka tersebut saja (yang disidik dalam kasus dugaan Pungli di PPP Tasikagung, red.),” katanya melalui layanan pesan singkat.

Kedua tersangka dijerat dengan primer Pasal 12 huruf e subsidair Pasal 11 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 KUHP.

“Ancaman hukuman minimal empat tahun dan maksimal 20 tahun penjara. Hingga saat sekarang, belum ada permohonan penangguhan penahanan dari tersangka atau kuasa hukumnya,” pungkasnya.

Seperti diberitakan, Pungli terungkap saat 90 nelayan melalui Asosiasi Nelayan Dampo Awang Bangkit hendak mengurus SIPI di Kantor PPP Tasikagung pada 14 Agustus 2017.

Kutipan guna mengurus dokumen tersebut dipungut secara melebihi dari ketentuan Peraturan Gubernur Nomor 4 Tahun 2017 Tentang Perubahan Tarif Restribusi Daerah Provinsi Jateng.

Peraturan Gubernur tersebut mengatur bahwa untuk kapal nelayan cantrang dengan bobot mati 11 sampai dengan 30 gross ton (GT) dikenakan tarif sebesar Rp100.000 per GT.

Sementara ada 90 kapal anggota asosiasi yang mengurus SIB, sehingga tarif yang seharusnya dibayar, total untuk 90 kapal sebesar Rp260 juta.

Namun faktanya tersangka Agus Hari Prabowo meminta pungutan lagi per kapal sebesar Rp759.000 kali 90 kapal atau Rp68.310.000. Jika tidak dibayarkan, maka SIB tidak akan keluar.

Dengan ancaman tersebut, maka asosiasi akhirnya mengumpulkan lagi uang. Terkumpul Rp53 juta dan langsung diserahkan kepada Agus, tapi tersangka tetap meminta kekurangan yang Rp15 juta.

Dan saat penyerahan uang sebesar Rp15 juta itu, polisi bersama Tim Saber Pungli Rembang melakukan tangkap tangan terhadap tersangka. Belakangan diketahui, bos Agus, Sukoco terlibat dalam kasus tersebut.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan