Terkendala Tenaga Medis, Puskesmas Sarang II Dioperasikan

Jumat, 15 April 2016 | 13:08 WIB
KH Maemoen Zubair bersama Bupati Rembang Abdul Hafidz saat peresmian operasi Puskesmas Sarang II, Kamis (14/4/2016) malam. (Foto: mataairradio.com)

KH Maemoen Zubair bersama Bupati Rembang Abdul Hafidz saat peresmian operasi Puskesmas Sarang II, Kamis (14/4/2016) malam. (Foto: mataairradio.com)

 

SARANG, mataairradio.com – Pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) Sarang II di wilayah Desa Kalipang Kecamatan Sarang secara resmi operasi, Kamis (14/4/2016) malam.

Puskesmas tersebut menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat di 10 desa, yaitu Kalipang, Dadapmulyo, Sumbermulyo, Gonggang, Gunungmulyo, Nglojo, Jambangan, Pelang, Gilis, dan Lodan Kulon.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Rembang Ali Syofii menyatakan terkendala pemenuhan kebutuhan sumber daya manusia, berupa staf dan tenaga medis.

Pasalnya, menurut ia, Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2005 melarang Gubernur atau Bupati mengangkat pegawai dalam bentuk apapun, sehingga menyulitkan.

“Namun bisa kami atasi dengan menggunakan strategi; mendayagunakan staf puskesmas yang ada di seluruh wilayah Kabupaten Rembang, agar pindah tugas di Puskesmas Kragan II,” terangnya.

Ali menyebutkan, puskesmas seperti Sarang I, Kragan I, Sale, Sedan, dan Sumber, telah menyumbangkan stafnya, termasuk dokter, perawat, dan bidan, guna bertugas di puskesmas yang tuntas dibangun dengan anggaran Rp5,2 miliar.

Ia juga menyebutkan, puskesmas yang berada persis di tepi Pantai Kalipang ini menyediakan pelayanan persalinan, UGD, rawat jalan, rawat inap dengan 12 ranjang, dan dilengkapi ruang laboratorium.

Selain itu, juga ada fasilitas kamar mayat karena banyaknya kasus kecelakaan lalu lintas yang terjadi di jalur pantura khususnya wilayah perbatasan timur Kabupaten Rembang. Pengadaan sarana dan prasarana puskesmas tersebut menelan anggaran Rp1,9 miliar.

Sunarto, salah seorang warga Desa Gunungmulyo menyatakan menyambut gembira keberadaan puskesmas yang baru ini. Pasalnya sering dijumpai saat “musim” penyakit datang, Puskesmas Sarang I tidak mampu menampung pasien.

“Iya saat musim wabah seperti DBD datang, sering pasien dirawat di luar kamar atau emperan,” bebernya.

Peresmian operasi Puskesmas Sarang II dilakukan oleh Bupati Rembang Abdul Hafidz disaksikan ulama sepuh KH Maemoen Zubaer. Hafidz meminta pihak puskesmas memberikan pelayanan secara ramah dan murah senyum kepada pasien.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan