Terima Remisi, Tiga Narapidana Langsung Bebas

Thursday, 17 August 2017 | 21:31 WIB

Bupati Rembang Abdul Hafidz secara simbolis menyerahkan SK remisi kepada salah seorang narapidana di Rutan Kelas IIB Rembang, Kamis (17/8/2017). (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Tiga orang narapidana di Rumah Tahanan Kelas IIB Rembang bebas dari penjara setelah menerima remisi pada momentum peringatan ke-72 Kemerdekaan Indonesia, Kamis (17/8/2017).

Tiga orang masing-masing Muhammad Nasihudin warga Desa Sedan Kecamatan Sedan, Shodikin warga Desa Kumendung Kecamatan Rembang, dan Danang Puji Santoso warga Kelurahan Tambaharjo Blora.

Nasihudin adalah narapidana kasus perjudian dengan vonis tujuh bulan, Shodikin narapidana kasus penipuan dengan vonis 1 tahun 11 bulan, dan Danang narapidana kasus narkoba dengan vonis satu tahun penjara.

Kepala Rutan Kelas IIB Rembang Ruspriyatno menyebutkan, ada 56 narapidana yang mendapat remisi atau pengurangan masa hukuman. Ada yang remisi satu bulan, dua bulan, tiga bulan, empat, dan lima bulan.

“Yang satu bulan ada 28 orang, dua bulan 10 orang, tiga bulan sembilan orang, empat bulan enam orang, dan lima bulan tiga orang,” terangnya kepada pewarta pada pemberian remisi bagi para narapidana.

Pada kesempatan itu, ia juga menyebutkan bahwa ada empat orang narapidana yang masih diproses persetujuannya di Direktorat Jenderal Pemasyarakatan pada Kementerian Hukum dan HAM RI.

“Keempatnya merupakan narapidana atau warga binaan yang mendapatkan resmi umum pidana khusus, yang dalam hal ini korupsi dan terorisme. Kita masih tunggu persetujuannya,” ujar Ruspriyatno.

Shodikin, salah seorang narapidana yang mendapat remisi menyatakan senang karena begitu mendapat pengurangan masa hukuman, langsung bebas. Ia juga menyatakan mendekam di sel Rutan, 19 bulan.

“Belum tahu setelah ini mau apa. Memang selama di dalam, diberi pelatihan keterampilan pertukangan; buat kursi-kursi dan kerajinan. Mungkin itu buat bekal nanti bekerja,” katanya.

Bupati Rembang Abdul Hafidz yang memberikan surat keputusan remisi di Rutan Kelas IIB setempat mempersilakan kepada pihak rumah tahanan meminta fasilitasi anggaran dari pihak pemerintah kabupaten.

“Pemerintah tidak sungkan membantu jika dari Kementerian Hukum dan HAM belum ada anggaran. Kami siap memfasilitasi. Bagaimana pun Rutan ini ialah tempat manusia yang mesti dihargai,” katanya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan