Terganjal Nomenklatur, DPRD Pelajari Penambahan Anggaran Damkar

Kamis, 10 Oktober 2019 | 18:39 WIB
Mobil pemadam kebakaran milik Pemkab Rembang. (Foto: mataairradio.com)

REMBANG, mataairradio.com – Banyaknya kejadian kebakaran di Rembang tahun 2019 membutuhkan solusi cepat. Dari catatan mataairradio.com dalam kurun waktu Januari 2019 sampai Senin (7/10/2019) tercatat ada 108 kejadian kebakaran.

Kebakaran terbanyak terjadi di lahan milik penduduk, beberapa kejadian bahkan sampai merembet ke pemukiman warga. Rata-rata tempat kejadian perkara (TKP) berada di wilayah yang jauh dari kantor pusat pemadam kebakaran (Damkar) yang berada di tengah kota.

Saat dihubungi reporter mataairradio.com pada Kamis (10/10/2019) pagi, perihal solusi antisipasi kebakaran Wakil Ketua DPRD Ridwan menyatakan bahwa penambahan anggaran sangat penting. Khususnya untuk menambah armada Damkar dan juga pos Damkar di beberapa titik.

Terkait penambahan anggaran, untuk anggaran perubahan 2019 dan juga Kebijakan Umum Anggaran (KUA) Prioritas Plafon Anggaran (PPA) 2020 sudah di selesaikan oleh DPRD periode lalu (2014-2019) sehingga penambahan anggaran untuk armada Damkar masih dipelajari. Jika dalam KUA PPA ada nomenklaturnya, maka bisa ditambah namun jika tidak maka pihak DPRD tidak bisa berbuat apa-apa.

“Kalau menambahkan nomenklatur baru itu tidak bisa, namun jika sudah ada nomenklaturnya soal angka bisa ditambah. Kita belum tahu apakah ada nomenklatur penambahan anggaran Damkar atau tidak karena kita juga belum pegang drafnya,” ungkap politisi asal Kragan ini.

Dirinya menambahkan bahwa wewenang DPRD saat ini hanya menambah anggaran jika sudah ada nomenklaturnya. Misalnya dalam draf KUA PPA ada nomenklatur antisipasi kebakaran dan tertulis hanya penambahan satu armada, pihaknya bisa menambah menjadi beberapa dan juga dipercepat pembahasannya karena masuk dalam kategori mendesak.

“Kita akan kritisi lagi, kita akan buka lagi drafnya. Dan secepatnya masuk dalam pembahasan karena alat kelengkapan dewan (AKD) juga sudah beres dan kami siap bekerja,” pungkasnya.

Wiyoto Kepala Damkar pada Satpol PP setempat menyatakan saat ini memiliki tiga armada pemadam dengan tiga mobil tangki, yang dalam prakteknya satu armada harus berada di kantor pusat untuk mengantisipasi adanya kejadian di tempat lain. Pernah dalam satu hari di bulan September 2019 ada lima kejadian beruntun di beberapa titik di Rembang.

Penulis : Mohammad Siroju Munir
Editor : Mohammad Siroju Munir

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan