Tengkorak Manusia Penutur Bahasa Austronesia Ditemukan di Rembang

Senin, 3 Desember 2012 | 18:20 WIB

Ekskavasi Situs Manusia Penutur  Bahasa Austrenisia di Binangun Lasem

REMBANG – MataAirRadio.net, Tim Arkeolog dari Balai Arkeologi (Balar) Yogyakarta menemukan dua tengkorak manusia penutur bahasa Austronesia masing-masing di Pantai Binangun Kecamatan Lasem dan Pantai Leran Kecamatan Sluke.

Temuan ini setelah tim dari Balar yang dibantu Forum Komunikasi Masyarakat Sejarah (Fokmas) Lasem dan Rembang Heritage Society (RHS) melakukan ekskavasi di dua wilayah pantai tersebut sejak 23 November hingga 2 Desember 2012.

Koordinator Tim Arkeolog dari Balar Yogyakarta, Gunadi kepada reporter MataAir Radio, Senin (3/12), menjelaskan kesimpulan bahwa dua tengkorak itu adalah manusia penutur bahasa Austronesia dan berjenis kelamin laki-laki, didasarkan antara lain pada bentuk gigi seri atau empat gigi bagian depan.

Gunadi megungkapkan, bentuk gigi seri dari dua tengkorak itu diketahui dipangur sehingga berbentuk seperti mata gergaji. Bentuk itu menandakan tengkorak itu berasal dari manusia di masa neolitikum atau zaman prasejarah.

Dengarkan rekaman di sini.

Selain itu, Gunadi juga mengatakan, berdasarkan arah membujurnya tengkorak yang dari utara selatan namun bukan layaknya kuburan muslim, diketahui pula bahwa manusia ini dikuburkan dengan berorientasi pada laut.

Kepercayaan nenek moyang terdahulu, manusia yang berasal dari seberang laut akan menuju laut apabila meninggal. Karena itu apabila membujur dari utara ke selatan, kesimpulannya, manusia yang tengkoraknya ditemukan itu berasal dari utara.

Gunadi juga menjelaskan, sepanjang pantai utara memang pernah menjadi jalur migrasi manusia penutur bahasa Austronesia. Sebaran suku penerjamah ini bermula dari arah utara, berawal dari Taiwan, kemudian menuju kepulauan Indonesia bahkan sampai ke Australia. Sebaran itu dilanjutkan lagi ke timur menuju ke pulau-pulau di kawasan lautan Pasifik, dilanjutkan lagi ke barat menuju Madagaskar.

Namun, mengenai kapan dan dari mana manusia penutur bahasa Austronesia ini datang ke Jawa, Gunadi menyatakan belum bisa memastikannya, sebab pihaknya terlebih dahulu harus mengirimkan dating karbon dari sekitar lokasi penemuan ke laboratorium.

Dengarkan rekaman di sini.

Untuk diketahui, selain tim dari Balai Arkeologi Yogyakarta, Fokmas Lasem, dan RHS, ahli arkeologi dari Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta Profesor Doktor Sumiati Atmosudiro juga turut bergabung dengan tim pada Senin (3/12) pagi. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan