Temuan Koin Kuno Gowak Diduga Peninggalan Perang China

Senin, 31 Oktober 2016 | 20:04 WIB
Wedok Yanik menunjukkan ribuan uang koin kuno yang ditemukan suaminya, Samadi, di kebunnya di Desa Gowak Kecamatan Lasem pada Jumat (28/10/2016) pagi kemarin. (Foto: Mukhammad Fadlil)

Wedok Yanik menunjukkan ribuan uang koin kuno yang ditemukan suaminya, Samadi, di kebunnya di Desa Gowak Kecamatan Lasem pada Jumat (28/10/2016) pagi kemarin. (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

LASEM, mataairradio.com – Pihak Forum Komunikasi Masyarakat Sejarah (Fokmas) Lasem menduga temuan uang kepeng kuno di Desa Gowak Kecamatan Lasem merupakan bekas peninggalan Perang China.

Sesepuh Fokmas Lasem Ernantoro menjelaskan, dugaan itu berdasarkan lokasi temuan uang kepeng china yang berada pada jarak 100 meter dari makam keturunan Tejakusuma.

“Tejakusuma hidup pada sekitar tahun 1700-an, sedangkan masa Perang China meletus pada tahun 1742. Kemungkinan, uang kepeng ini bekal perang pada masa itu,” terangnya.

Dugaan tersebut, juga berdasarkan nilai nominal kepeng yang berbeda-beda. Ibarat uang pada masa kini, ada yang Rp100, Rp200, Rp500, atau Rp1.000.

“Dengan temuan sebanyak 3.613 koin, kalau dikonversikan dengan uang sekarang, setara dengan satu miliar lebih. Bahannya tidak emas, tetapi tembaga,” bebernya.

Mengingat kesejarahannya, pihak Fokmas sudah mengontak Balai Arkeologi (Balar) Yogyakarta. Namun belum ada jawaban dari Balar tentang kapan turun ke lapangan.

“Kontak ke Balar sudah, tetapi belum ada kepastian turun ke lapangan. Sekadar ancar-ancar, misalnya bulan November atau pada tahun ini pun belum,” tandasnya.

Meskipun demikian, katanya, pihak Fokmas menerima informasi bahwa pihak pemerintah kabupaten setempat akan turun ke lapangan untuk menindaklanjuti temuan itu.

“Kabarnya, pihak dinas kebudayaan yang mau turun. Mungkin Rabu (2/11/2016) ini. Ya untuk menindaklanjuti kabar yang lagi santer, terkait temuan kepeng kuno,” ungkapnya.

Sementara itu, tentang potensi penjualan kepeng kuno itu oleh Samadi, warga Desa Gowak yang pertama kali menemukannya, pihaknya sebatas memberi saran kepada yang bersangkutan.

“Sarannya ya jangan dijual dulu kepada kolektor. Ada teman dari Fokmas yang sudah ke sana (kediaman Samadi, red.). Temuan itu tetap penting secara kesejarahan,” pungkasnya.

Samadi menemukan bongkahan yang kemudian diketahui sebagai tahtaan uang kepeng kuno pada hari Jumat (28/10/2016) pagi sekitar pukul 10.00 WIB.

Saat itu ia sedang mencangkul tanah guna menanam terong. Namun ia seketika kaget ketika ayunan cangkulnya ke tanah tertahan oleh benda keras dan ternyata kepeng kuno.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan