Tekan Kecelakaan, Median Jalan Pantura Mendesak Dibuat

Rabu, 19 Juli 2017 | 23:22 WIB

Kendaraan pemudik mulai melintasi Jalur Pantura Rembang, tepatnya di bilangan Jalan Diponegoro, Senin (19/6/2017). (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

REMBANG, mataairradio.com – Median atau pembatas tengah jalan mendesak dibuat untuk Jalan Pantai Utara Jawa (Pantura) di Kabupaten Rembang antara lain guna menekan angka kecelakaan lalu lintas.

Jalan Pantura Rembang yang sepanjang 65 kilometer hanya memiliki satu lajur atau dua jalur, sedangkan rata-rata kendaraan yang melintasi jalur tersebut mencapai 24.000 per hari, sehingga terbilang padat.

Di sisi lain, Satuan Lalu Lintas Polres Rembang mencatat, sejak Januari hingga Juli 2017, sudah terjadi sedikitnya 280 kasus kecelakaan dengan jumlah korban meninggal dunia 65 orang dan 331 orang luka ringan.

Mengenai median jalan yang mendesak dibuat untuk Jalan Pantura Rembang, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Rembang Suyono menyatakan sudah mengajukannya sejak tahun 2013, tapi belum direspon.

“Kita sempat dijanjikan pembuatan median Jalan Pantura pada 2014, tapi sampai sekarang belum juga terwujud. Mungkin saja, median jalan untuk Pantura Rembang belum prioritas,” katanya, Rabu (19/7/2017).

Ia mengakui, penambahan lajur untuk Jalan Pantura Rembang dari dua menjadi empat, atau dari satu jalur menjadi dua jalur, bukan lagi sebuah pilihan, melainkan dalam kategori mendesak tapi realisasinya berat.

“Lebar Jalur Pantura Rembang cuma tujuh meter sekarang. Untuk membuat jadi empat lajur dan pembuatan median jalan, lebar jalan mesti hingga 14 meter. Jika termasuk bahu jalan, lebarnya jadi 24 meter,” katanya.

Sayangnya menurut Suyono, saat sekarang lahan milik Bina Marga di Jalur Pantura Rembang sudah nyaris mentok. Kalau pun dilakukan pengadaan, prosesnya lumayan rumit dan memakan waktu panjang.

“Sementara, kami akan buat percontohan dengan memasang median jalan dari raficon. Kita uji coba di Pantura Rembang Kota dulu. Kita sudah pula koordinasi dengan Bina Marga Jateng Batas Jatim,” katanya.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Rembang AKP Muh Rikha Zulkarnaen menyatakan setuju apabila Jalan Pantura Rembang dibuat median jalan. Ia mengakui median jalan alat bantu pengendali kecelakaan.

“Kami sudah melakukan rekayasa median jalan dengan gazon, terutama saat ada momen tertentu. Hasilnya memang lumayan efektif untuk menekan angka kecelakaan di Jalur Pantura Rembang Kota,” ujarnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan