Taman Wisata Alam Sumber Semen Diaktifkan dengan Rp3,5 Miliar

Senin, 12 Maret 2018 | 18:33 WIB

Taman Wisata Alam (TWA) Sumber Semen di wilayah Kecamatan Sale. (Foto: mataairradio)

 

REMBANG, mataairradio – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Jawa Tengah mengucurkan dana sekitar Rp3,5 miliar.

Anggaran sebesar itu untuk “pengaktifan” kembali Taman Wisata Alam Sumber Semen di Desa Gading Kecamatan Sale.

Dua tahun belakangan, objek wisata ini tidak terurus lantaran adanya proses pelimpahan kewenangan pengelolaan dari Perhutani ke BKSDA.

Dengan dana segar ini, prasarana dan sarana penunjang operasional Sumber Semen akan dibangun. Pengelolaannya, tentu sudah oleh BKSDA Jawa Tengah.

Kepala Bidang Destinasi Pariwisata pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Kabupaten Rembang Chris Prasetyana menyebutkan, proses pembangunan objek wisata Sumber Semen akan dimulai pada bulan April mendatang.

“Sudah ada pemenang lelangnya. Anggarannya tiga miliaran. Dikerjakan mulai April tahun ini,” terangnya pada Senin (12/3/2018).

Berdasarkan data dari laman resmi LPSE Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, pembangunan sarana dan prasarana penunjang Taman Wisata Alam Sumber Semen dikerjakan oleh PT Macro Albana dari Semarang dengan nilai kontrak Rp3,5 miliar.

Chris menambahkan, wajah baru Taman Wisata Alam Sumber Semen akan bisa dinikmati oleh wisatawan paling lambat pada bulan Desember tahun ini.

“Nanti pengelolaannya, termasuk tiket bukan ranah kami, tetapi langsung BKSDA Jawa Tengah,” katanya.

Taman Wisata Alam Sumber Semen berjarak sekitar 52 kilometer ke arah tenggara dari Rembang Kota.

TWA Sumber Semen memiliki beberapa fasilitas di antaranya taman terbuka, bumi perkemahan, sarana bermain bagi anak-anak, dan dua kolam renang.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan