Taman Rekreasi Pantai Kartini Rembang Kian Terpuruk

Senin, 1 Januari 2018 | 17:47 WIB

Parkir pengunjung Taman Rekreasi Pantai Kartini Rembang meluber hingga bahu jalan setempat, Senin (1/1/2018). (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

REMBANG, mataairradio.com – Objek wisata Taman Rekreasi Pantai Kartini (TRPK) Rembang kian terpuruk.

Pengunjung objek wisata pantai ini kian sepi, meskipun saat musim liburan seperti sekarang, lumayan ramai.

Murwadi, Manajer objek wisata itu mengatakan, perlu ada inovasi agar Taman Rekreasi Pantai Kartini tidak semakin ditinggalkan pengunjung.

Ia mengaku sudah pernah usul kepada pihak CV agar ada pembenahan frontal.

“Saya cuma general manajer. Masih ada (bos) CV. Saya sudah sampaikan usulan untuk inovasi-inovasi,” katanya kepada mataairradio.

Menurutnya, semua lini perlu diperbaiki. Karena objek wisata pantai di Rembang sudah bermunculan, maka wahana darat dan kolam renang perlu digenjot.

“Namun usulan itu terbentur regulasi dari Pemkab, karena kontrak pengelolaan yang hampir habis,” paparnya.

Murwadi menyebutkan, selama seminggu musim liburan, jumlah pengunjung meningkat berkali lipat.

“Jika hari biasa, Taman Kartini hanya dikunjungi 100-an orang, di musim liburan ini, jumlah pengunjung antara 500-700 orang,” katanya.

Puncaknya, di hari Ahad (31/12/2017) kemarin, karena objek wisatanya dikunjungi oleh sekitar 2.500 orang.

“Pada tahun baru, Senin 1 Januari 2018, hingga pukul 12.00 WIB, pengunjung sudah mencapai 6.000 orang,” ujarnya.

Ia juga mengakui, menyongsong libur sekolah, natal, dan tahun baru, tidak ada program khusus.

“Tiket masuk tetap Rp5.000 per orang untuk hari biasa dan Rp10.000 per orang untuk hari libur atau tanggal merah. Tidak ada program khusus,” katanya.

Murwadi menambahkan, pengunjung yang masih meminati Taman Kartini mayoritas berasal dari kabupaten tetangga seperti Pati, Blora, dan Grobogan.

“Sementara dari lokal Rembang, kini sudah tidak begitu tertarik,” tegasnya.

Warga luar daerah yang berkunjung itu pun, menurutnya, rata-rata menjadikan Taman Kartini sebagai pilihan kedua atau ampiran.

“Biasanya, wisatawan singgah sesaat di Taman Kartini, sebelum berkunjung ke Pantai Wates atau Karangjahe,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan