Tak Mampu Lunasi Utang, Rumah Tanah Dieksekusi

Rabu, 10 Mei 2017 | 19:01 WIB

Suasana saat proses eksekusi tanah beserta bangunan milik Ahmad Jaswadi di sebelah barat Kantor Kelurahan Pacar Kecamatan Rembang, pada Rabu (10/5/2017) pagi. (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

REMBANG, mataairradio.com – Petugas Juru Sita Pengadilan Negeri Rembang didampingi puluhan anggota polisi mengeksekusi sebuah rumah dan tanah seluas 166 meter persegi di wilayah Kelurahan Pacar Kecamatan Rembang, persis sebelah barat kantor lurah, Rabu (10/5/2017).

Awalnya, Ahmad Jaswadi warga RT 3 Rw 3 di kelurahan itu memiliki hutang di salah satu bank sebesar Rp249 juta. Ia mengagunkan sertifikat rumah berikut tanahnya. Namun lalu yang bersangkutan menunggak pembayaran angsuran utang beberapa kali, sehingga jaminan dilelang.

Dalam proses lelang, Isnen Sugito warga RT 3 RW 1 Kelurahan Tanjungsari Kecamatan Rembang dinyatakan sebagai pemenang dengan nilai lelang Rp249 juta. Mengacu risalah lelang tertanggal 30 November 2016, akhirnya Pengadilan Negeri Rembang menggelar eksekusi.

Petugas juru sita Pengadilan Negeri Rembang, Dwi Jatmiko mengatakan, pihaknya sempat melakukan mediasi antara pemohon dan termohon eksekusi beberapa kali. Namun hal itu tidak menuaikan hasil.

“Karena dasar hukumnya sudah jelas, maka bangunan dan tanah jatuh ke tangan pemenang lelang, yaitu saudara Isnen Sugito. Eksekusi ini, mengacu pada Grosse Risalah Lelang Nomor 2117/2016/30 November 2016 yang diterbitkan oleh KPKNL Semarang,” ungkapnya.

Riyanta, selaku pengacara Isnen menjelaskan, selama mediasi, kliennya tetap menginginkan eksekusi dilaksanakan. Lawyer yang berkantor di Jalan Ahmad Yani Nomor 38 Pati ini menambahkan, eksekusi juga dibarengi dengan pengosongan bangunan.

“Seluruh perabotan rumah tangga milik penghuni lama, dikeluarkan antara lain ada satu set kursi tamu, rak TV, dan rak perabot dapur. Eksekusi berjalan lancar tanpa ada hambatan,” tandasnya.

Agus Prasetya selaku anak Jaswadi pemilik tanah dan bangunan yang dieksekusi mengaku kecewa lantaran eksekusi tanpa sepengetahuan dari pihaknya. Meskipun begitu ia beserta keluarga mengaku pasrah dan tidak melakukan perlawanan.

“Ini tanpa sepengetahuan keluarga dieksekusi. Tanpa ada tanda tangan keluarga. Tapi nggak papa, silakan saja,” ujarnya saat dikonfirmasi oleh mataairradio.com mengenai eksekusi tersebut.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan