Susi Fasilitasi Restrukturisasi Kredit Macet Nelayan Cantrang

Selasa, 13 Februari 2018 | 18:11 WIB

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat berbincang dengan salah seorang nelayan cantrang pada kunjungannya di Kantor PPP Tasikagung, Selasa (13/2/2018). (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Pemerintah memfasilitasi restrukturisasi kredit macet bagi nelayan cantrang.

“Restrukturisasi kita mintakan untuk satu hingga dua tahun. Selama satu atau dua tahun ini, nelayan tidak membayar dulu pokok utang, tetapi hanya bunga pinjaman,” kata Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

Menurutnya, baru setelah satu atau dua tahun, nelayan pemilik kapal cantrang wajib membayar lagi pokok plus bunga.

“Soal kredit baru, nelayan masih bisa mengajukan pinjaman lagi, selagi masih memiliki jaminan,” katanya.

Ditanya mengenai bank mana yang sudah menyatakan mau melakukan restrukturisasi kredit macet, Menteri Susi menyebutkan, seluruh bank Pemerintah.

“Mulai dari BRI, BNI, Mandiri, BTN, bahkan hingga Bank Jateng,” katanya.

Susi menegaskan, jika pun tidak punya lagi jaminan, maka karena sudah bisa kembali melaut setelah kapalnya diukur ulang, nelayan bisa mengumpulkan dulu uang.

Pada kunjungannya di Rembang, Selasa (13/2/2018) ini, Susi juga mengingatkan nelayan pemilik kapal cantrang, agar menyesuaikan penggunaan bahan bakar.

“Mereka yang kapalnya lebih dari 30 GT, wajib tidak boleh pakai solar subsidi,” katanya.

Menurut Susi, selama ini, banyak kapal di atas 30 GT yang menggunakan solar bersubsidi.

Hal ini karena kapal yang kini terukur di atas 30 GT, sebelumnya tercatat 30 grosston, sehingga menikmati bahan bakar bersubsidi.

Susi menambahkan, setelah diukur ulang, kapal nelayan dan para ABK akan difasilitasi juga dengan jaminan asuransi.

“Namun syaratnya, nelayan harus serius berniat berganti alat tangkap. Jika tidak, Pemerintah tidak bisa bantu,” katanya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan