Sudah Diserahterimakan, Pasar Sale masih Sisakan Pekerjaan

Thursday, 11 January 2018 | 16:56 WIB

Bagian Pasar Sale yang belum dipasang keramik pada Kamis (11/1/2018) pukul 10.00 WIB. (Foto: mataairradio.com)

 

SALE, mataairradio.com – Proyek Pasar Sale di wilayah Desa Wonokerto Kecamatan Sale masih menyisakan pekerjaan, meskipun sudah diserahterimakan kepada Pemkab Rembang pada 28 Desember lalu.

Berdasarkan pantauan pada Kamis (11/1/2018) pagi, pekerjaan yang tersisa antara lain saluran air di depan pasar, rolling door, dan lantai keramik di beberapa bagian.

Meski begitu, proyek dianggap tuntas oleh Pemerintah setempat.

Pejabat Pembuat Komitmen Proyek Pasar Sale Widodo ketika dikonfirmasi mengatakan, saluran air sudah digarap. Kalau pun tampak belum tuntas, ia menduga, itu karena kebanjiran, sehingga rusak.

“Mungkin karena kebanjiran terus rusak. Saluran itu masuk gambar kok,” katanya.

Soal rolling door, menurutnya, juga sudah dipasang. Tapi mungkin karena tidak sesuai, rolling door dicopot lagi.

“Lebih pastinya nanti kita cek ke lapangan,” ujarnya.

Adapun soal beberapa bagian lantai yang belum dikeramik, itu karena sempat terjadi salah pasang.

“Beberapa kegiatan perapian itu tidak ada di-RAB. Semacam kerja bakti,” tandasnya.

Proyek Pasar Sale dibiayai oleh APBN 2017 dengan pos dana Tugas Pembantuan.

Semula, rencana anggaran belanja sebesar Rp5,6 miliar. Namun harga perkiraan sendiri ditentukan Rp5,2 miliar.

Setelah dilelang, ada penawaran sebesar Rp5,08 miliar.

Hanya saja setelah berjalan, penyedia jasa proyek Pasar Sale diketahui bermasalah karena masuk daftar hitam. Proyek pun dilakukan putus kontrak.

Rekanan PT Graha Yasa Anugrah tetap dibayar sebesar Rp1,7 miliar. Pokja lalu menunjuk rekanan lain, yaitu PT Bokama Reka Jaya.

Penyedia jasa kedua ini mengerjakan proyek Pasar Sale dengan nilai kontrak Rp3,15 miliar.

Menurut Widodo, jika diperhitungkan seluruhnya, uang negara yang terserap untuk pembangunan Pasar Sale hanya Rp4,6-an miliar.

“Angka itu lebih hemat dibandingkan pasar sejenis di daerah lain,” paparnya.

Ketua Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kabupaten Rembang Bintarno menyatakan akan mengecek proyek tersebut.

“Kami akan cek dan telaah,” katanya kepada wartawan.

TP4D, menurutnya, tidak diminta mendampingi pelaksanaan pekerjaan tersebut, tetapi hanya konsultasi ketika sebelum lelang.

“Kalau didampingi TP4D selalu ada rekomendasi yang ditandatangani para pihak yang terlibat seperti PPK, PPHP, pelaksana, pengawas, dan perencana,” terangnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan