Spekulasi Pelaku Perampokan Pedagang Emas Ganggu Penyelidikan

Senin, 13 Juni 2016 | 13:24 WIB
Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Rembang AKP Eko Adi Pramono saat memberikan keterangan pers mengenai perkembangan penyelidikan kasus perampokan dan pembunuhan pedagang emas di Desa Maguan Kecamatan Kaliori, Senin 13/6/2016) pagi. Foto: Pujianto)

Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Rembang AKP Eko Adi Pramono saat memberikan keterangan pers mengenai perkembangan penyelidikan kasus perampokan dan pembunuhan pedagang emas di Desa Maguan Kecamatan Kaliori, Senin 13/6/2016) pagi. Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Spekulasi masyarakat mengenai pelaku perampokan dan pembunuhan pedagang emas bernama Sarno (54) warga Desa Maguan Kecamatan Kaliori pada 29 Mei lalu dianggap mengganggu jalannya penyelidikan oleh polisi.

Di lingkup masyarakat Desa Maguan dan sekitarnya, telah ramai dipergunjingkan tentang telah tertangkapnya para pelaku perampokan, bahkan disertai daerah asal penjahatnya.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Rembang AKP Eko Adi Pramono mengaku terganggu dengan spekulasi yang berkembang karena berdampak pada proses penyelidikan polisi.

“Mari kita pahami bersama, jangan sampai apa yang muncul di masyarakat kini, akhirnya menimbulkan kegaduhan karena sesuatu yang tidak pasti dan memberi dampak pada keluarga korban,” ujarnya, Senin (13/6/2016).

Ia juga mengatakan, proses penyelidikan yang masih dilakukan pihaknya guna mengungkap kasus perampokan dan pembunuhan itu, tidak bisa diumbar ke publik.

“Kalau pun kami mengantongi nama-nama pelaku yang sudah kita curigai misalnya, kami tidak bisa sampaikan kepada publik, karena belum dapat dibuktikan kan,” tandasnya.

Ia mengakui mendengar secara tidak langsung spekulasi mengenai telah tertangkapnya para pelaku, dari tuturan masyarakat yang diperoleh polisi dari jaringannya.

“Tapi kami yakinkan bahwa kami masih melakukan penyelidikan. Keluarga korban intens berkomunikasi dengan kami. Kami pun punya kewajiban memberikan SP2HP tentang perkembangan penanganan perkara ini,” tegasnya.

Sementara itu, selepas pencopotan garis batas polisi pada Jumat (10/6/2016) lalu, pihak saksi korban, Damisih (istri Sarno yang selamat dari tragedi perampokan, red.), disilakan menghuni kembali rumahnya.

“Keluarga bisa menyesuaikan kondisi psikologis saksi korban, jika kembali menempati rumah itu. Tentu juga harus ditemani orang yang terpercaya, mengingat korban masih perlu pemulihan dari trauma,” pungkas dia.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan