Spanduk “#Tolak Gunretno dan LSM Dana Asing” Bertebaran

Sabtu, 18 Februari 2017 | 14:20 WIB

Salah satu spanduk memuat penentangan terhadap Gunretno terpasang di kawasan Perbatasan Desa Pasucen dan Timbrangan Kecamatan Gunem, Sabtu (18/2/2017). (Foto: Pujianto)

 

GUNEM, mataairradio.com – Sejumlah spanduk yang antara lain bertuliskan “#Tolak Gunretno dan LSM Dana Asing dari Rembang” bertebaran di wilayah ring I pabrik semen, baik yang masuk wilayah Kecamatan Gunem maupun Bulu.

Spanduk-spanduk dengan warna dasar hitam dipasang oleh mereka yang mengatasnamakan Masyarakat Pasucen, Timbrangan, Tegaldowo, dan Kajar Kecamatan Gunem, serta Kadiwono Kecamatan Bulu, diketahui bertebaran di sejumlah ruas jalan di wilayah itu, Sabtu (18/2/2017).

Selain tulisan tersebut, spanduk lain tampak bertuliskan “Jangan Kalian Rampas. Kami Punya: Hak untuk Makmur dan Pekerjaan Baru”. Ada juga tulisan “Stop #Konflik Sosial. Warga Ring I: Usir Gunretno dari Rembang”.

Gunretno adalah warga berasal dari Desa Baturejo Kecamatan Sukolilo Kabupaten Pati. Ia salah satu tokoh penolak pendirian pabrik semen di Pegunungan Kendeng, termasuk di Rembang. Dalihnya, ancaman kerusakan lingkungan dan kelangsungan petani.

Kepala Desa Kadiwono Kecamatan Bulu Ahmad Ridwan menyatakan tahu spanduk-spanduk tersebut bertebaran pada Sabtu (18/2/2017) pagi. Ia pun mengonfirmasi spanduk-spanduk itu dipasang oleh warga ring I yang mendukung berdirinya pabrik semen milik PT Semen Indonesia.

“Sempat dengar kalau spanduk-spanduk itu dipasang pada malam hari. Ada warga kami (Kadiwono, red.) juga. Saya tahu spanduk terpasang itu pagi tadi,” tuturnya ketika dihubungi mataairradio.com.

Menurutnya, aksi pemasangan sejumlah spanduk itu wajar dilakukan sebagai penyuaraan aspirasi. Ia yakin pemasangan spanduk itu tidak akan makin menghangatkan polemik pro-kontra pabrik semen plat merah di wilayahnya.

“Saya kira itu (pemasangan spanduk) wajar saja dilakukan. Kalau soal bakal jadi konflik, saya kira kok nggak. Tergantung dari sudut mana kita memandang. Itu untuk menyuarakan aspirasi kan,” tandasnya.

Mengenai bagian tulisan yang menyebut LSM dana asing, ia tidak mengomentarinya. Begitu pun dengan Gunretno. Namun ia membenarkan jika warganya menolak campur tangan LSM dari luar dalam persoalan pro-kontra pabrik semen.

Sementara itu, mengenai merebaknya spanduk-spanduk bernada mendukung beroperasinya pabrik semen, salah satu tokoh penentang pabrik semen berasal dari Desa Tegaldowo Kecamatan Gunem, Joko Prianto, belum memberikan tanggapan.

Pesan singkat via WA berisi permohonan tanggapan atas merebaknya spanduk-spanduk dengan tulisan tersebut terkirim kepada Joko Prianto, sudah dibuka, tetapi sampai berita ini diturunkan masih sekadar dibaca dan belum berujung balasan.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan