Siswa Kelas II SMP di Rembang Pakai Narkoba, Begini Kata Bupati

Sabtu, 12 Mei 2018 | 07:59 WIB

Ilustrasi. Narkoba

 

REMBANG, mataairradio.com – Bupati Rembang Abdul Hafidz mengungkap adanya peredaran narkotika dan obat-obatan berbahaya (Narkoba) di kalangan pelajar di daerah ini.

Ia menduga, masuknya Narkoba di Kabupaten Rembang, buntut dari lolosnya barang haram itu ke Tanah Air.

Bupati menyebutkan, Badan Narkotika Nasional (BNN) berulang kali diberitakan berhasil mengungkap masuknya Narkoba ke Indonesia.

“Jumlahnya tidak lagi kilogram atau kuintal, tetapi ton,” katanya.

Karena ada kemungkinan Narkoba yang lolos masuk ke Indonesia, maka menurutnya, semua pihak mesti waspada dan menangkalnya.

“Kami mohon semuanya waspada. Apalagi menjelang bulan Ramadan ini. Ciptakan rasa aman dan nyaman,” pintanya.

Abdul Hafidz mengungkapkan, pelajar di Rembang yang mengonsumsi Narkoba, tercatat masih duduk di bangku kelas II SMP.

Bupati tidak menyebut secara terperinci daerah asal pelajar tersebut.

Hanya saja, menurutnya, pelajar yang kecanduan Narkoba ini tidak hanya laki-laki, tetapi ada yang perempuan.

“Jaringan pecandu Narkoba ini banyak, termasuk di wilayah Kecamatan Sedan,” bebernya.

Pihaknya mewanti-wanti seluruh orang tua agar lebih peduli.

Apalagi, Bupati membeberkan, bila sudah terlanjur kecanduan Narkoba, biasanya tindakan menyimpang lainnya rentan mengikuti. Di antaranya pesta seks.

Diberitakan sebelumnya, Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Kabupaten Rembang menyatakan mendampingi seorang pelajar SMP yang kecanduan pil Narkoba.

Yang bersangkutan adalah warga Desa Bangunrejo Kecamatan Pamotan.

Pelajar 15 tahun itu tergabung dalam kelompok anak jalanan.

Hingga Jumat (11/5/2018) ini, pelajar tersebut sedang dalam masa rehabilitasi dengan pantauan dari pihak dinas kesehatan setempat.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan