Sinyal Rembang Peroleh Adipura 2016 Lemah

Senin, 9 Mei 2016 | 12:58 WIB
Kepala BLH Rembang Purwadi Samsi. (Foto: Pujianto)

Kepala BLH Rembang Purwadi Samsi. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Pihak Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Rembang masih belum menangkap sinyal akan memeroleh Piala Adipura pada tahun 2016, setidaknya hingga Senin (9/5/2016).

Kepala BLH Rembang Purwadi kepada reporter mataairradio mengatakan tidak tahu soal kemungkinan nilai dari hasil penilaian tahap pertama yang berlangsung pada bulan Maret lalu.

Pihaknya pun menyatakan tidak mengetahui kapan hasil penilaian tahap pertama Adipura disampaikan oleh pihak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI.

Padahal, kabupaten lain yang berhak maju ke tahap penilaian verifikasi, yang berarti penilaian tahap pertama telah melampaui nilai batas minimal, seperti Brebes, sudah mendapat pemberitahuan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

“Katanya yang masuk nominasi ada verifikasi. Tapi (kapan verifikasi) tidak diberi tahu. Semacam tim siluman. Namun sampai sekarang nggak ada kabarnya (sudah turun tim verifikasi atau belum turun) apakah kita masuk atau nggak,” ungkap Purwadi.

Meski belum jelas hasilnya, pihak BLH mengaku tetap melakukan pembiasaan budaya kebersihan, termasuk pengelolaan sampah baik pada lingkup perumahan maupun jalanan utama kota.

Sebelumnya, Purwadi Samsi mengatakan persoalan pengelolaan tempat pembuangan akhir (TPA) sampah di Kabupaten Rembang berpotensi menggelincirkan target untuk memboyong Piala Adipura pada tahun 2016.

Menurutnya, jika pengelolaan TPA di wilayah Desa Landoh Kecamatan Sulang dianggap buruk, sehingga nilainya di bawah 74 poin, maka sebagus apa pun nilai untuk item penilaian yang lain, akan menjadi percuma.

“jika nilai TPA kurang dari 74, maka akan langsung gugur,” terangnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan