Usai Sidang Kedua, Ibunda Rika Mengamuk

Selasa, 26 Februari 2013 | 17:59 WIB
Ibu almarhumah Rika, Pasinah mengamuk di depan kantor Pengadilan Negeri Rembang.

Ibu almarhumah Rika, Pasinah mengamuk di depan kantor Pengadilan Negeri Rembang.

REMBANG, MataAirRadio.net – Persidangan kedua atas kasus pembunuhan penyanyi asal Dengkek Pati Rika Okdiana dengan terdakwa Suparno, digelar Selasa (26/2) siang. Sidang kali ini menyisakan kericuhan. Ibu almarhumah Rika, Pasinah mengamuk di depan kantor Pengadilan Negeri Rembang seusai persidangan.

Pasinah menghardik Suparno dengan berteriak lantang kepada polisi berpangkat brigadir satu (Briptu) itu untuk mengembalikan nyawa anaknya. Rika Okdiana (19) adalah putri pertama dari tiga anak Pasinah.

Sidang kedua yang tetap dijaga ketat puluhan aparat Polres Rembang ini beragendakan mendengarkan keterangan dari para saksi. Ada dua orang saksi yang dihadirkan masing-masing Yasir warga Dusun Dresen Desa Purworejo dan Damsir warga Dusun Paloh Desa Tasikharjo Kecamatan Kaliori.

Sementara terdakwa Suparno yang kali ini didampingi dua kuasa hukum masing-masing Darmawan Budiharto dan AKP Dwi Wahyono, tampak serius mendengarkan keterangan kedua orang saksi. Sebagaimana persidangan sebelumnya, Suparno mengenakan kemeja panjang warna ungu dan celana jenis jin warna biru serta rompi tahanan warna merah namun tidak lagi dengan nomor 11, tetapi 8.

Yasir yang kali pertama memberikan kesaksiannya di persidangan dengan Hakim Ketua Sunarso serta Hakim Anggota Fajar Kusuma Aji dan Rois Torodji, menuturkan, saat menemukan sosok mayat dirinya sempat membuka penutup kepala korban menggunakan sebilah kayu kecil untuk memastikan siapa yang meninggal.

Namun karena tidak mengenal korban, Yasir lantas memberikan kabar kepada carik atau sekretaris desa setempat. Saat itu, dia pun melihat ada empat luka tusukan, masing berada di tangan kanan dan kiri, serta dua luka tusukan di bagian perut.

Saksi kedua yang memberikan keterangannya, Damsir menegaskan, dirinya juga mengaku sempat membuka penutup kepala korban yang saat itu ditutup daun kerandangan.

Ia juga sempat melihat penjepit rambut. Sebagaimana Yasir, Damsir pun mengaku melihat empat luka tusukan di tubuh korban, masing-masing di bagian tangan kanan dan kiri, serta di bagian perut dan leher.

Atas keterangan kedua saksi tersebut, Hakim Ketua Sunarso lantas bertanya kepada Suparno tentang kebenarannya. Suparno menyatakan membenarkan keterangan Damsir dan Yasir.

Persidangan kali ini sebagaimana yang perdana, dipadati oleh kerabat dan sahabat almarhumah Rika Okdiana, baik penyanyi maupun musisi. Ayah Rika, Parmin tak tampak hadir di persidangan kali ini. Sidang akan dilanjutkan pada Selasa 5 Maret mendatang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi lainnya.

Seperti diketahui, Rika Okdiana yang tercatat sebagai mahasiswi di Universitas Muria Kudus ini dihabisi nyawanya oleh Suparno di lorong antargudang penyimpanan garam milik Haji Pupon di Dusun Dresen Desa Purworejo Kecamatan Kaliori pada Kamis malam 29 November 2012 sekitar pukul 23.00 WIB. Saat dibunuh secara sadis dengan belasan luka tusuk, Rika tengah hamil empat bulan, buah hubungannya dengan Suparno. (Afta Ahmad)




One comment
  1. anwar sanuji

    Maret 4, 2013 at 9:55 am

    biadab,,
    durjana..

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan