Setelah Diprotes, Lubang di Jalan Galonan-Tireman Diuruk

Senin, 12 Februari 2018 | 19:22 WIB

Jalan rusak parah karena dipenuhi lubang pada ruas Galonan-Tireman ditangani secara darurat, yakni dengan pengurukan menggunakan batu. (Foto: Mohammad Siroju Munir)

 

REMBANG, mataairradio.com – Jalan rusak parah karena dipenuhi lubang pada ruas Galonan-Tireman ditangani secara darurat, yakni dengan pengurukan menggunakan batu.

Hingga Senin (12/2/2018) ini, pengurukan sudah berjalan tiga hari.

Asrori, warga Desa Ngotet mengatakan, pengurukan ini sebelumnya sempat disosialisasikan saat rapat di RT-nya.

“Ketua RT menyampaikan, jalan mulai Galonan hingga Weton ditangani oleh DPU (Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, red.),” katanya.

Sementara, ruas mulai Weton hingga Tireman, dari yang didengarnya, akan diperbaiki oleh pihak PT Semen Gresik.

Meski hanya diuruk, menurut Asrori, penanganan darurat ini sudah lumayan melegakan.

“Meski cuma begini (diuruk dengan batu, red.) tapi sudah lumayan lah,” katanya.

Ia berharap penanganan segera dilanjutkan dengan pembetonan.

“Harapannya segera ditindaklanjuti dengan pembetonan,” katanya.

Kepala Bidang Jalan dan Jembatan pada DPUTaru Kabupaten Rembang Gendro Wiyono mengonfirmasi pengurukan jalan rusak dengan batu merupakan penanganan secara darurat.

“Sudah sejak akhir pekan kemarin diperbaiki. Benar, kira-kira tiga hari ini,” katanya.

Menurutnya, penanganan kerusakan jalan tidak bisa langsung dilakukan dengan pengaspalan.

“Jika langsung diaspal tanpa dasaran yang memadai, khawatir konstruksi jalan bisa kocar-kacir lagi. Apalagi yang melintas kan truk-truk besar,” katanya.

Sebelumnya warga Desa Ngotet Kecamatan Rembang menanam pohon pisang di ruas jalan setempat.

Aksi tersebut sebagai bentuk protes karena kerusakan jalan sudah sangat parah dan membahayakan pengendara. Apalagi gelap saat malam hari.

 

Penulis: Mohammad Siroju Munir
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan