Setelah Diperingatkan, Syahbandar Tanjung Bonang Penuhi Panggilan Polisi

Selasa, 9 Desember 2014 | 18:28 WIB
Dodi Sambodo (kanan) saat hendak memenuhi panggilan untuk dimintai keterangan oleh penyidik di Unit IV Satreskrim Polres Rembang, Selasa (9/12/2014) pagi. (Foto:Pujianto)

Dodi Sambodo (kanan) saat hendak memenuhi panggilan untuk dimintai keterangan oleh penyidik di Unit IV Satreskrim Polres Rembang, Selasa (9/12/2014) pagi. (Foto:Pujianto)

 
REMBANG, mataairradio.com – Syahbandar atau Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Tanjung Bonang Dodi Sambodo akhirnya memenuhi jadwal panggilan penyidik dari Kepolisian Resor Rembang pada Selasa (9/12/2014) pagi.

Dodi diperiksa sebagai saksi dalam kasus solar ilegal atau penyalahgunaan solar bersubsidi sebanyak 16.000 liter yang terbongkar di Tanjung Bonang pada 14 November 2014. Dodi tiba di Polres Rembang pada sekitar pukul 09.00 WIB.

Dia selanjutnya menyodorkan surat pemanggilan kepada petugas dan langsung diarahkan ke Unit IV Satuan Reserse Kriminal Polres Rembang. Dodi tak sendiri. Dia yang mengenakan setelan baju putih lengan pendek dan celana hitam serta menenteng tas hitam, datang bersama seorang rekannya.

“Iya cukup melegakan. (Dodi Sambodo) Akhirnya datang. Keterangannya sangat penting untuk menjelaskan kisruh di sana (Tanjung Bonang), khususnya mengenai transaksi solar ilegal di pelabuhan tersebut,” ungkap Kapolres Rembang AKBP Muhammad Kurniawan.

Kapolres mengatakan sempat memberikan peringatan kepada Dodi. Pihaknya mengancam akan membawa paksa Dodi, apabila kembali tidak hadir pada jadwal pemeriksaan yang disediakan pada Selasa (9/12/2014).

“Soal kecenderungan ditetapkan sebagai tersangka, kita masih harus menunggu pengembangan penyidikan. Kita periksa dulu secara intensif,” tandasnya.

Kasatreskrim Polres Rembang Iptu Eko Adi Pramono menegaskan, pemeriksaan Syahbandar Tanjung Bonang, sebatas sebagai saksi. Peningkatan status yang bersangkutan menjadi tersangka, masih terlalu dini.

“Kita sudah ada bekal informasi untuk kita pertanyakan kepada Syahbandar dalam status sebagai seorang saksi. Kami masih belum memiliki cukup bukti untuk menaikkan statusnya sebagai tersangka karena memang belum ada yang mengarah ke sana (tersangka, red.),” pungkasnya.

Polisi membongkar praktek transaksi solar ilegal yang diangkut oleh dua armada truk dari Semarang di Pelabuhan Tanjung Bonang pada Sabtu malam, 14 November 2014. Empat tersangka, yang merupakan dua orang sopir dan pihak penjual serta pembeli, diamankan polisi.

Polisi menyita 16.000 liter solar ilegal yang rencananya dijual seharga Rp10.000 per liter, padahal harga solar bersubsidi yang didapat tersangka Rp7.500 per liter, sebagai barang bukti. Dokumen order, izin bunker, dan surat jalan pun turut diamankan.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan